Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Hindari Melabeli si Kecil Pemalu
    Lifestyle

    Hindari Melabeli si Kecil Pemalu

    February 6, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hindari Melabeli si Kecil Pemalu 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mungkin, ada sebagian orang tua yang merasa ”jengah” ketika melihat buah hatinya malu saat bermain. Anak-anak justru bersembunyi di balik parents. Anak malu tidak masalah, tapi yang jadi masalah adalah label dari orang tua ke anak. Yuk, stop kasih label anak pemalu mulai sekarang.

    —

    ”YAH, si dedek kok malu-malu sih main sama temannya? Ayo, main sana gih.” Siapa yang suka begitu ke anaknya, mom? Psikolog anak Agustina Twinky Indrawati menuturkan, melabeli anak sebagai anak pemalu justru berdampak negatif. Sebaiknya, orang tua mencari tahu mengapa anak bersikap malu. Tidak malah melabeli anak.

    Twinky mengungkapkan, sikap malu kepada anak tak mengenal gender. Anak laki-laki maupun perempuan bisa saja bersikap malu ketika berinteraksi sosial dengan orang lain. Nah, ada beberapa faktor anak menjadi pemalu yang perlu diketahui parents.

    ”Salah satunya, ada momen yang membuat anak menjadi pemalu. Entah momennya atau bisa jadi anak dari lahir sudah pemalu,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

    Meski demikian, lanjut Twinky, orang tua perlu memberikan treatment saat anak malu. Jangan dibiarkan juga. Sebab, rasa malu bisa menghambat tumbuh kembang anak. Bukan hanya itu, rasa percaya diri anak akan menciut juga. Ada beberapa siasat yang bisa dilakukan oleh parents untuk mengatasi anak yang pemalu.

    Pertama, jangan sampaikan karakter anak yang pemalu ke teman-teman parents, ya. Apalagi, ketika menyampaikan hal itu di depan anak.

    Lalu, yang kedua, bantu ciptakan rasa percaya diri anak dan tetap berikan rasa aman. ”Misalnya, hari ini anak diajak ke rumah teman. Sebelum berangkat, info ke anak nanti kalau sampai depan pintu kasih salam atau salim ya,” katanya.

    Mengajarkan anak untuk tidak malu butuh proses, mom-dad. Tidak instan. Perlahan, tapi pasti lebih mengasyikkan daripada buru-buru, tapi hasilnya tak maksimal.

    Twinky menambahkan, yang terpenting, anak tidak boleh dipaksa untuk menuruti kemauan orang tua. Misalnya, tangan anak diseret buat salim ke teman mama atau papa. No way, yes.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePrada Enom Meninggal Kecelakaan Bukan Tertembak TPNPB
    Next Article Desa Adat Berangbang Tata Pasar Desa Adat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.