Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Indonesia Amankan Puluhan Juta Vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca
    News

    Indonesia Amankan Puluhan Juta Vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca

    December 31, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Amankan Puluhan Juta Vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Amankan Puluhan Juta Vaksin COVID-19 dari Novavax dan AstraZeneca 2
    Indonesia menandatangani kesepakatan pengadaan puluhan juta vaksin dari Novavax dan AstraZeneca. (BP/Istimewa)

    BANDUNG, BALIPOST.com – Indonesia, melalui Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Bio Farma), telah mengamankan puluhan juta vaksin COVID-19 tambahan dari sejumlah pengembang. Terbaru, pemerintah menandatangani kesepakatan dengan pengembang asal Amerika dan Kanada, Novavax, dan pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, AstraZeneca, Rabu (30/12).

    Dalam rilis yang diterima penandatanganan kesepakatan ini wujud komitmen dan kerja nyata untuk melindungi masyaraka dari risiko dan keluar dari pandemi COVID-19. Bio Farma juga akan mendatangkan vaksin tambahan dari Sinovac dan memperkuat kesiapan produksi vaksin COVID-19 dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan POM.

    Pada acara di Kantor Pusat Bio Farma di Bandung yang disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury, Direktur Utama anggota Holding BUMN Farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk. Arief Pramuhanto ditandatangani perjanjian penambahan pemesanan vaksin Novavax dari 30 juta menjadi 50 juta dosis. Sementara Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menandatangani perjanjian pembelian vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis.

    Perjanjian masing-masing telah ditandatangani di kesempatan terpisah oleh perwakilan Novavax, dan AstraZeneca. Selain itu, fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP) dari Badan POM, yang diserahkan Kepala Badan POM Penny K. Lukito kepada Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir.

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menyatakan dengan kebutuhan 426 juta dosis vaksin COVID-19 untuk melindungi masyarakat Indonesia, sangat penting untuk mengamankan pasokan vaksin dari berbagai pengembang vaksin di dunia. “Bio Farma, sebagai Holding BUMN Farmasi, siap mendukung upaya ini dengan menyiapkan ketersediaan dan beragam pasokan vaksin COVID-19 dari perusahaan yang disetujui pemerintah. Keberagaman vaksin tidak hanya dari sisi asal pengembang, namun juga kriteria dan rentang penerimanya, untuk memberikan perlindungan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan diplomasi vaksin terus bergerak untuk membuka akses kerjasama dengan berbagai pihak. Baik melalui track bilateral maupun multilateral bagi pengadaan vaksin.

    “Hasil kerja bareng untuk mengamankan vaksin mulai terlihat,” sebutnya.

    Dari sisi bilateral, pada Kamis (31/12) datang 1,8 juta dosis dari Sinovac. Dengan ketibaan ini, sudah akan ada 3 juta dosis produk jadi dari Sinovac berada di Indonesia.

    Indonesia, lanjutnya, sudah berhasil mengamankan dari AstraZeneca dan Novovax masing-masing sebanyak 50 juta dosis. “Sedangkan diplomasi dari sisi multilateral, diplomasi Indonesia, berkomunikasi, berkoordinasi, dengan WHO, GAVI, dan lain-lain dalam rangka mengamankan akses vaksin melalui mekanisme COVAX Advance Market Commitment, dengan range perkiraan 3-20 persen dari jumlah penduduk.”

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perjanjian pasokan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca dan Novavax, serta rencana kedatangan vaksin tambahan dari Sinovac menunjukkan kemajuan signifikan. “Saat ini pemerintah sudah masuk tahap pertama, yaitu penyediaan dan persetujuan vaksin yang akan selesai dalam waktu dekat. Sehingga kami bisa melangkah ke tahap kedua, yaitu, bagaimana distribusi vaksin ke seluruh pelosok Indonesia dalam jangka waktu yang singkat, untuk bisa diberikan kepada tenaga kesehatan, tenaga pelayanan publik dan bertahap kepada seluruh rakyat Indonesia, serta  bagaimana kami bisa melaksanakan penyuntikan di seluruh titik-titik pelayanan.” (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKomisioner KPU Viryan Aziz Positif Covid-19
    Next Article Bukaka dapat Kontrak Pengadaan Garbarata Rp 303 Miliar dari India
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.