Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Indonesia Masih Perlu Investasi di Sektor Digital
    Lifestyle

    Indonesia Masih Perlu Investasi di Sektor Digital

    December 7, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Masih Perlu Investasi di Sektor Digital 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Jakarta, Indonesia masih memerlukan investasi di sektor digital agar bisa mengoptimalkan potensi ekonomi digital, demikian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Antara (7/12).

    Investasi digital yang dimaksud terkait dengan penguatan serta pemerataan infrastruktur telekomunikasi seperti penyediaan jaringan internet dari hulu ke hilir.

    “Indonesia masih membutuhkan investment di sektor digital. Saya kira ini penting,” ujar Luhut di Jakarta, Rabu.

    Pernyataan itu disampaikan Luhut berkaca dari kondisi internet di Indonesia yang kualitasnya masih jauh dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Pasifik.

    Dalam paparannya, Luhut mengambil data dari datareportal.com menunjukkan rata-rata kecepatan internet tetap di Indonesia pada 2022 hanya mencapai 20,13 Mbps.

    Kondisi itu tertinggal dari Filipina dan Malaysia dengan rata-rata kecepatan internet masing-masing mencapai 46,4 Mbps dan 74,84 Mbps.

    Bahkan Thailand yang terletak tak jauh dari Indonesia bisa memiliki rata-rata kecepatan internet sebesar 171,37 Mbps.

    Luhut menyebutkan salah satu langkah untuk mengejar ketertinggalan tersebut ialah dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan timur Indonesia.

    Langkah itu dilakukan selain untuk menciptakan kesetaraan akses, juga untuk menyeimbangkan investasi yang saat ini masih terkonsentrasi di kawasan barat Indonesia.

    Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di 2022 untuk realisasi Investasi Asing Langsung sektor telekomunikasi paling banyak terealisasi di Pulau Jawa terutama di Jakarta dengan 87.9 persen dari total realisasi daerahnya.

    Maka dari itu pembangunan di kawasan Timur Indonesia seperti Maluku dan Papua masih diperlukan agar potensi ekonomi digital nasional bisa lebih optimal.

    Jika langkah itu sudah dapat direalisasikan, Luhut meyakini Indonesia bisa mencapai target PDB perkapita sebesar 10.000 dolar AS di 2030.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Antara


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLindungi Petani, Erick Thohir Gerak Cepat Jadikan BUMN Penyerap Panen
    Next Article Film “Wednesday” Jadi Serial Terpopuler Sepanjang Masa Netflix
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.