Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ini Alasan Kenaikan Laba BJTM Tak Setinggi BPD Lain, Aset Turun Tipis
    Ekonomi

    Ini Alasan Kenaikan Laba BJTM Tak Setinggi BPD Lain, Aset Turun Tipis

    October 30, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ini Alasan Kenaikan Laba BJTM Tak Setinggi BPD Lain, Aset Turun Tipis 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan pertumbuhan selama 2022. Hal itu terlihat dari kinerja BUMD per kuartal III tahun ini. Laba perseroan per September sudah mencapai Rp 1,2 triliun.

    Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, laba bersih tersebut tumbuh 1,51 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Kenaikan laba itu termasuk rendah jika dikomparasi dengan bank pembangunan daerah (BPD) besar lainnya.

    “Ini adalah bagian dari konsolidasi bank yang tengah melakukan penguatan bisnis. Jadi, kami melakukan banyak perbaikan kebijakan, struktur organisasi, hingga sumber daya manusia,” tuturnya Jumat (28/10).

    Kegiatan tersebut, lanjut dia, memang memengaruhi beberapa kondisi perusahaan. Misalnya, aset perbankan yang kini tercatat senilai Rp 98,48 triliun. Padahal, aset emiten berkode BJTM itu sempat menembus Rp 100 triliun.

    Meski demikian, Busrul tetap berupaya menjaga beberapa aspek kinerja. Misalnya, return on asset (ROA) yang masih mencapai 2,02 persen; return on equity (ROE) sebesar 15,85 persen; dan net interest margin (NIM) 5,17 persen.

    “Sebagai BPD, kami bertumpu pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan APBD bertumpu pada anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Jadi, pengalihan APBN akibat penanggulangan Covid-19 juga berdampak terhadap pertumbuhan BPD,” jelasnya.

    Untuk menangani hal tersebut, pihaknya berupaya bergeser ke sektor produktif. Pasar nontradisional memiliki peluang yang lebih tinggi daripada payroll ASN yang selama ini menjadi kontributor terbesar.

    Per September 2022, Bank Jatim mencatatkan peningkatan total kredit yang tumbuh 6,83 persen year-on-year. Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi, yakni naik 19,07 persen dengan nilai Rp 5,73 triliun. Sementara itu, kredit komersial meningkat 5,89 persen menjadi Rp 11,75 triliun.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKata Anies, Waton dalam Bahasa Jawa itu Artinya Sesuai dengan Tatanan
    Next Article Rencana Erick Merger BUMN Sektor Panas Bumi dan Geo Dipa Energi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.