Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Ini Cara Pengobatan Kanker dengan Sistem Kemoterapi
    Lifestyle

    Ini Cara Pengobatan Kanker dengan Sistem Kemoterapi

    February 18, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ini Cara Pengobatan Kanker dengan Sistem Kemoterapi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDOPOS.CO.ID – Pengobatan dari penyakit kanker ada bermacam-macam, mulai dari bedah, radiasi, kemoterapi, hingga bisa dengan kombinasi. Itu tergantung dari jenis kanker apa yang dialami penderitanya.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato Onkologi Medik, dr. Harlinda Haroen mengatakan, tubuh terdiri dari kumpulan organ-organ yang mana organ itu disusun oleh jaringan tubuh. Kemudian jaringan tubuh disusun oleh kumpulan sel-sel.

    “Sementara itu untuk sel-sel tubuh yang berkembang tak terkendali/abnormal dinamakan kanker,” ujar dr. Harlinda pada acara Health Talk tentang Penatalaksanaan Penyakit Kanker dengan Kemoterapi yang digelar Siloam Hospital Manado, Jumat (18/2/2022).

    Adapun kemoterapi merupakan prosedur untuk pengobatan dengan cara memberantas sel-sel kanker dalam tubuh penderita menggunakan obat-obatan. Dimana obat itu bekerja dengan cara membunuh, mencegah penyebaran, atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan pengobatan secara oral berupa obat-obatan yang diminum, maupun berupa injeksi seperti melalui infus.

    “Kemoterapi bekerja pada sel yang berproliferasi, yang artinya sel yang selalu tumbuh secara terus-menerus seperti misalnya pada rambut, untuk sel-sel yang tidak berproliferasi misalnya sel otot, tulang, saraf, dan otak,” sebutnya.

    Ada pemberian kemoterapi adjuvant, yaitu kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Sementara untuk kemoterapi yang diberikan sebelum operasi dinamakan kemoterapi neo adjuvant. Sedangkan kemoterapi paliatif untuk mengurangi besar tumor yang menyebabkan nyeri atau sulit bernafas.

    “Jadi ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, yaitu kapan kita melakukan pemilihan obat kemoterapi. Jadi harus tepat indikasinya, jenisnya, dosisnya, waktu dan caranya, serta waspada terhadap efek samping,” bebernya.

    Adapun efek samping yang timbul tidak berhubungan langsung dengan bekerjanya kemoterapi. Secara umum kemoterapi berpengaruh pada saluran cerna seperti mulut sariawan, lambung yang mengakibatkan mual dan muntah, usus yang menyebabkan diare/sembelit.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKonflik Geopolitik Rusia-Ukraina Dibahas dalam Pertemuan Negara G20
    Next Article Pergantian Juliandra di Citilink Tak Terkait Soal Pemeriksaan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.