Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Insentif Tak Berpengaruh Signifikan jika Okupansi Masih Sangat Rendah
    Ekonomi

    Insentif Tak Berpengaruh Signifikan jika Okupansi Masih Sangat Rendah

    December 30, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Insentif Tak Berpengaruh Signifikan jika Okupansi Masih Sangat Rendah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Para pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah di sektor pariwisata dalam pertemuan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Selasa (29/12). Pengusaha berharap pemerintah bisa berfokus merumuskan kebijakan untuk membenahi tingkat okupansi hotel sehingga kerugian industri pariwisata tidak berkepanjangan.

    Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiaji menjelaskan, tingkat okupansi hotel di destinasi wisata Indonesia masih berada di angka 20 persen pada akhir pekan. Itulah dampak pandemi Covid-19. “Kunjungan (wisatawan, Red) hanya dilakukan yang menggunakan mobil. Pertemuan korporasi habis, wisman habis. Bisa dibayangkan, okupansi hotel ataupun perputaran ekonomi di tempat wisata akan rendah pada 1–2 tahun ke depan.”

    Menurut Kosmian, upaya pemerintah menggelontorkan insentif pun tidak bakal memberikan pengaruh signifikan dengan tingkat okupansi yang masih sangat rendah. Dia menyebut beberapa upaya alternatif untuk meningkatkan okupansi hotel di destinasi wisata. Di antaranya, insentif pajak bagi korporasi dan menyiapkan dana promosi.

    Selain itu, insentif harga tiket diberikan bagi wisatawan mancanegara (wisman). Sebab, ada upaya pembukaan kembali untuk kunjungan wisman. Yang terakhir, memberikan insentif bagi semua instansi pemerintahan untuk mengadakan pertemuan di destinasi wisata.

    “Bila upaya yang dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha optimal, ditargetkan tingkat okupansi tahun depan bisa bergerak ke level 40 persen pada masa akhir pekan dan bergerak ke 5 persen pada tahun berikutnya,” paparnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleImbas Covid-19, Sandi Prediksi Devisa Pariwisata Hanya USD 3,54 Miliar
    Next Article Gangguan Listrik karena Layang-layang 46 Kasus, Akibat Binatang Cuma 4
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    daftar pinjaman online legal ojk

    Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru

    July 25, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.