Andalannews.com – Mencari contoh kampung toleransi yang bisa menjadi inspirasi? Bandung kini telah memilikinya. Salah satu permukiman padat penduduk di ibu kota Jawa Barat itu resmi meraih predikat sebagai wilayah yang sangat menghargai keberagaman.
Penasaran dimana? Nah, contoh kampung toleransi di Bandung itu berada di RW 12 Dian Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay (Bacip). Masyarakat yang tinggal di lokasi ini begitu menghormati soal perbedaan keyakinan antar agama.
Tokoh masyarakat RW 12 Dian Permai, Pulcheria Rosutijani pun turut menceritakan perjalanan panjang wilayahnya menjadi contoh kampung toleransi di Bandung. Menurutnya, gagasan tersebut muncul sekira tahun 2013 silam dan langsung direspon masyarakat.
Tak hanya menjadikan wilayahnya ramah berbagai pemeluk agama, lanjut Pulcheria, masyarakat di wilayahnya kompak ingin menghadirkan area terbuka hijau berupa yang ramah manula. Makanya, turut dibangun juga taman lansia di RW 12 Dian Permai ini.
“Gagasan kampun toleransi ini muncul pada 2013 saat kami merayakan Natal bersama. Kemudian, pada 3 Januari 2014 mulai merintis pembangunan taman lansia. Kami ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan bersama,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong, diutarakan Pulcheria, warga menggalang dana hingga akhirnya taman ini berdiri. Dari total 900 warga RW 12 Dian Permai, 30 persennya adalah lansia, sehingga keberadaan taman ini menjadi tempat yang sangat dinantikan.
“Pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga inisiatif dari warganya sendiri.Kota Bandung tidak akan maju jika unsur kewilayahannya tidak ikut berkembang. Mari kita terus berbuat yang terbaik untuk kota ini,” katanya penuh semangat.
Dengan tercetusnya Kampung Toleransi RW 12 Dian Permai dan adanya Taman Lansia di permukiman padat penduduk membuat Bandung semakin menunjukkan wajahnya sebagai kota yang inklusif, ramah lansia, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Selain menjadi contoh harmonisasi antar warga di Kota Kembang dan nasional, RW 12 Dian Permai Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay juga menjadi ruang bagi para orang tua untuk beraktivitas dan berkumpul setelah hadirnya Taman Lansia.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengapresiasi inisiatif warga yang ada di wilayahnya itu. Menurutnya, ini merupakan kolaborasi luar biasa warga dalam memantapkan diri sebagai Kampung Toleransi. Keberagaman warganya sejalan dengan programnya.
Erwin menyebut, program di era pemerintahannya yaitu Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis). Program ini nantinya akan melanjutkan keberadaan Kampung Toleransi hingga di 30 kecamatan
“Saya melihat berbagai tokoh lintas agama berkumpul di sini. Ini adalah bukti bahwa RW 12 benar-benar menjadi contoh toleransi di Kota Bandung,” ungkap Politisi PKB itu.
Selain itu, Erwin juga sangat terkesan dengan ide warga yang membangun ruang hijau bagi para lansia.
“Beberapa bulan lalu, saya melihat rencana pembangunan taman ini. Ternyata, hasil kolaborasi yang luar biasa dapat mewujudkan Taman Lansia RW 12 Dian Permai. Ini adalah bukti nyata kebersamaan antarwarga,” ujar Erwin.
Dengan diresmikannya taman ini, kata Erwin, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan dan pengembangannya. Tidak hanya menjadi tempat ramah lansia, RW 12 Dian Permai juga. Menurutnya, keberadaan taman lansia ini juga sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Memuliakan lansia sangat dianjurkan, karena dalam ajaran agama, doa orang yang berusia lebih dari 70 tahun diyakini mustajab,” ucap Mantan Anggota DPRD Kota Bandung itu.
“Saya berharap di Kampung ini, kita bisa terus menghormati dan membahagiakan orang tua. Mari bersama-sama memperkuat toleransi dan tenggang rasa antarumat beragama,” tutur Erwin menandaskan.




