Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Jasa Marga Akan Serahkan Rekaman CCTV Tol Japek ke Komnas HAM 
    Lifestyle

    Jasa Marga Akan Serahkan Rekaman CCTV Tol Japek ke Komnas HAM 

    December 15, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jasa Marga Akan Serahkan Rekaman CCTV Tol Japek ke Komnas HAM  1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sebelumnya, ketika Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur (Persero) Tbk dimintai keterangannya oleh pihak Komnas HAM pada Senin (14/12/2020), pihak Jasa Marga juga sudah memberikan satu harddisk berisi copy rekaman video CCTV pemantau jalan tol Jakarta-Cikampek dari KM 48 sampai KM 72. Selanjutnya pihak Jasa Marga juga berjanji akan kembali memberikan copy rekaman lainnya.

    Hal tersebut disampaikan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam terkait perkembangan penyelidikan yang dilakukan pihaknya.  Dijelaskan Anam, permintaan copy rekaman CCTV pemantau jalan tol milik PT Jasa Marga juga diminta pihak kepolisian. Namun ada titik-titik lokasi yang berbeda antara yang diminta pihak kepolisian dan yang diminta Komnas HAM. Untuk itu, kata Anam, akan ada pertemuan lanjutan dengan pihak Jasa Marga dalam waktu dekat sekaligus memberikan copy rekaman lain yang diminta Komnas HAM itu.

    Menurut Anam, saat meminta keterangan Dirut Jasa Marga, mereka mendapatkan keterangan penting terkait kamera CCTV pemantau  yang berada di lokasi kejadian. Salah satunya adalah rekaman video kejadian yang jarak salah satu CCTV dengan lokasi kejadian di KM 50 hanya berjarak 100 meter.”Jadi kami menggunakan logika, (rekaman) CCTV, ditambah keterangan Jasa Marga,” kata Anam di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

    Bahkan Anam mengatakan kalau dirinya turun langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamatinya mulai dari pagi, sore, hingga malam hari. Pengamatan itu yang kemudian dicocokan dengan kamera CCTV milik Jasa Marga. Selanjutnya, masih kata Anam, pihaknya juga meminta rekaman CCTV dari pihak Jasa Marga mulai dari titik nol sampai ke titik-titik lokasi yang krusial terkait peristiwa penembakan itu, termasuk rekaman video di gerbang-gerbang tol.

    ”Saya sendiri lebih dari tiga kali mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang berada di sepanjang KM 50 dan beberapa kilometer setelahnya. Ada lima titik kejadian yang saya datangi bersama tim, termasuk rumah yang dijadikan tempat kejadian,” ungkap Anam.

    Dari hasil penyelidikan Komnas HAM ke lokasi kejadian, dikatakan Anam ada bukti-bukti peristiwa yang terjadi, diantaranya sejumlah dokumentasi foto dan video berisikan observasi tim di TKP. Selain itu, menurut Anam, sejak Tim Pencari Fakta dari Komnas HAM terbentuk sepekan lalu, pihaknya sudah meminta keterangan dari 20 orang, diantaranya pengurus FPI, keluarga korban, dan beberapa rekan korban yang dinyatakan buron oleh polisi. Namun menurut Anam, Komnas HAM membutuhkan beberapa ahli yang independen untuk menyimpulkan apakah ada pelanggaran HAM atau tidak dalam peristiwa tersebut.

    Dijelaskan Anam pula, hingga saat ini penyusunan laporan dan konstruksi dari peristiwa tersebut yang dilakukan pihaknya sudah mencapai 80 persen. Walau demikian, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan atas penyelidikan itu. ”Yang jelas kami sudah punya konstruksi peristiwanya sekitar 80-an persen,” pungkasnya.

    Sebelumya, saat dimintai keterangannya oleh Komnas HAM,  Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur

    mengatakan kalau seluruh CCTV di ruas tol Jakarta-Cikampek sebanyak 2554 unit tidak ada yang rusak,

    hanya terganggu dalam mengirimkan data ke server, itu pun hanya 23 unit CCTV, yaitu yang terpasang di KM 48 hingga KM 72, namun semuanya berfungsi normal. ”23 (kamera CCTV) itu bukannya tidak berfungsi. Hanya pengiriman datanya saja yang beberapa jam terganggu,” kata Surbakti.

    Keterangan Surbakti itu bertolak belakang dengan keterangan Dirut Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Raddy R Lukman sepekan lalu yang mengatakan saat kejadian adanya baku tembak antara anggota FPI dengan polisi pada Senin dini hari (7/12/2020) pukul 00.30 di ruas tol Jakarta-Cikampek, CCTV pemantau jalan mengalami kerusakan mulai dari KM 49 di Karawang Barat hingga KM 72 di Cikampek, karena rusak menurut Raddy kala itu, CCTV mulai di  KM 49 hingga KM 72 itu mati alias offline sejak Minggu sore (6/12/2020), sehingga tak dapat merekam dan mengirimkan gambar. (ind)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMoto Guzzi V7 III masuk Indonesia dengan dua model baru
    Next Article Gojek Bantu Ribuan UMKM Survive Saat Pandemi – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.