Kasus Korupsi Wali Kota Bekasi, KPK Periksa Tiga Saksi

Kasus Korupsi Wali Kota Bekasi, KPK Periksa Tiga Saksi

INDOPOS.CO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupso (KPK) memeriksa tiga saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi (RE).

“Hari ini, Selasa (22/2/2022) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintahan Kota Bekasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (22/2/2022).

Ali mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan di Gedung Merah Putih, KPK. Saksi-saksi yang diperiksa yakni Sulatifah selaku Lurah Jatikarya, Karyadi selaku Lurah Jatiwarna dan Joni Purwanto selaku Kepala Bagian Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi.

Untuk diketahui, KPK secara resmi telah menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) dan delapan orang lainnya sebagai tersangka, pada Kamis (6/1/2022).

Kesembilan tersangka itu adalah sebagai pemberi: Ali Amril (AA) selaku swasta / Direktur PT. ME (MAM Energindo); Lai Bui Min alias Anen (LBM) selaku swasta; Suryadi (SY) selaku Direktur PT. KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT. HS (Hanaveri Sentosa); dan Makhfud Saifudin (MS) selaku Camat Rawalumbu.

Selanjutnya sebagai penerima yakni Rahmat Effendi (RE) selaku Wali Kota Bekasi; M. Bunyamin (MB) selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP; Mulyadi alias Bayong (MY) selaku Lurah Jatisari; Wahyudin (WY) selaku Camat Jatisampurna; dan Jumhana Lutfi (JL) selaku Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi.

Sebagai pemberi tersangka AA dan kawan-kawan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaima6na telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Credit: Source link

Related Articles