Andalannews.com – Kementeriam Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyebut saat ini berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Bandung terus tumbuh dan berkembang. Tak hanya skala nasional, juga telah dikenal di dunia internasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar memberikan apresiasi atas inovasi Bandung yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat progresif menjadi kota kreatif dunia.
“Beberapa ruang kreatif meramu ekosistem kreatif dengan banyak talenta yang mampu bersaing di kancah internasional. Selama ini Bandung telah menebar inspirasi dan mendorong dampak berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Irene menyebut ibukota Jawa Bararat ini sudah berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif yang solid. Dirinya pun melihat daerah yang berjuluk Paris van Java ini memiliki spirit kolaborasi antar pemerintah dengan pelaku ekonomi kreatif.
“Dari sini, kami akan lihat seperti apa roadmap untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif. Kita harus apresiasi juga konsep dari Bandung City of Design yang terus berinovasi mengembangkan ekonomi kreatif dari skala lokal jadi regional menuju nasional sampai ke tingkat internasional,’ tuturnya.
Irene memuji keberhasilan Kota Bandung yang sudah punya value, vision, personality, and positioning sebagai kota kreatif sejak tahun 2017 dan diakui UNESCO untuk Design Thinking for Government.
Irene juga mengapresiasi The Hallway Space di Pasar Kosambi dan Tab Space Jalan Rambutan yang sempat dikunjunginya. Kedua tempat tersebut telah jadi ruang kreatif multifungsi sehingga produk ekraf lebih mudah dijangkau semua kalangan.
Tempat-tempat ini, lanjut Irene, mempermudah akses masyarakat terhadap produk lokal seperti fesyen, kuliner, hingga karya seni yang kini mampu menembus pasar global.
“Bandung telah melahirkan banyak pelaku ekraf yang sukses hingga kancah internasional. Tinggal bagaimana kita mendorong mindset dan daya juang mereka, termasuk kolaborasi dengan konten kreator untuk memperluas jangkauan produk lokal,” ungkapnya.
Menurutnya, pelaku industri kreatif tinggal mengasah mindset dan daya juang serta kolaborasi bersama konten kreator yang jadi corong agar produk lokal makin banyak dikenal dan dibeli.
Hal itu selaras dengan Kemenekraf yang membuat asosiasi bagi konten kreator. Tak hanya itu, potensi Kota Bandung sebagai Kota Kreatif bisa dilihat dari ekosistem ekonomi kreatif yang menjelma sebagai laboratorium ekspresi.
Banyak perguruan tinggi juga punya publikasi event reguler dan ruang kreatif yang membuat asosiasi profesi bisa mendata penyebaran sektor ekraf sejauh mana punya kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Arief Syaifudin berharap, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas ekonomi kreatif terus terjalin erat.
“Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa memastikan ekonomi kreatif memberikan dampak luas bagi masyarakat,” kata Arief.




