Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kelompok Baja Tani Kembangkan Pertanian Organik, Edukasi Generasi Muda Mau Bertani
    Ekonomi

    Kelompok Baja Tani Kembangkan Pertanian Organik, Edukasi Generasi Muda Mau Bertani

    January 28, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kelompok Baja Tani Kembangkan Pertanian Organik, Edukasi Generasi Muda Mau Bertani 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kelompok Baja Tani Kembangkan Pertanian Organik, Edukasi Generasi Muda Mau Bertani 2
    Ketua Kelompok Baja Tani, I Ketut Semadiyasa, menunjukan piagam Bali Brand yang diterimanya. (BP/Kamaratih)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Usia petani saat ini, khususnya di Kabupaten Karangasem, rata-rata berusia 40-50 tahun. Kalau merujuk usia tersebut, 10-15 tahun lagi kemungkinan mulai kesulitan regenerasi di tengah minimnya keinginan anak muda menjadi petani.

    Kelompok Baja Tani memiliki komitmen dan tekad untuk mendorong serta mengedukasi anak-anak muda untuk mau berkecimpung di sektor pertanian.  Hal tersebut sudah dilakukan kelompok itu sampai saat ini. Kelompok ini juga mengembangkan sejumlah komoditi secara organik tanpa memakai zat kimia.

    Ketua Kelompok Baja Tani, I Ketut Semadiyasa, menuturkan, kelompok ini dibentuk sejak sembilan tahun lalu. Saat itu diawali oleh komonitas sekaa demen. Seiring berjalannya waktu, akhirnya diputuskan membentuk Kelompok Baja Tani ini. “Nama Baja Tani yang kami pilih ini, bukan sembarangan nama. Karena nama Baja Tani ini memiliki singkatan dan arti yakni, “Bangga Menjadi Petani”. Artinya, kita tak usah malu dan selalu bangga kita menjadi petani” ucapnya.

    Seiring berjalannya waktu, dirinya memiliki komitmen,  mengedukasi dan mendampingi masyarakat untuk menekuni pertanian secara betul dan benar. Pasalnya, selama ini dunia pertanian selalu dianaktirikan.

     

    “Jadi, mereka berpikir tidak ada untungnya jadi petani. Makanya, masyarakat enggan mau menjadi petani,” Katanya.

    Untuk itu, pihaknya lewat sejumlah sekolah-sekolah SMP maupun SMA/SMK di Karangasem, telah melakukan upaya untuk memantik minat para anak muda menjadi petani. “Genarasi muda sangat merespons baik apa yang kami lakukan ini. Saya contohkan, di salah satu sekolah SMP di Abang, di sana ada lahan kosong, dan saya mengajarkan mereka untuk neraktor tanah, mupuk, sampai jual hasil pertanian. Termasuk, mengedukasi mereka mengolah bunga gumitir menjadi keripik. Dan kita juga menjalin kerjasama dengan SMP tersebut, khusus di bidang pertanian,” jelasnya.

    Ia menyatakan, ada sejumlah SMK yang telah meminta kehadirannya untuk memberikan edukasi pertanian.

    Semadiyasa menekankan perlunya pengembangan pertanian dengan teknologi pertanian. “Kalau teknologi pertanian tak digunakan, maka anak-anak muda tidak akan tertarik. Jadi, perlu diadakan teknologi pertanian oleh pemerintah,” sarannya.

    Kelompok Baja Tani ini juga mengembangkan pertanian organik. “Kalau memakai zat kimia, betapa berbahayanya ketika komoditi ini kita konsumsi, karena pestisida yang dipakai menyemprot bukan nabati melainkan zat kimia. Maka dari itu, saya mengajak petani mulai memakai pertanian organik. Memang itu tidak mudah dan membutuhkan waktu. Tapi, bila ada niat bukan tidak bisa dilakukan. Bertani organik pasti bisa,” yakinnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWaspada, 10 Kasus Varian Turunan Omicron BA.2 Sudah Masuk Indonesia
    Next Article Stabilkan Harga Minyak Goreng, Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.