Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kenaikan Harga Tahu dan Tempe Andilnya Kecil ke Inflasi
    Ekonomi

    Kenaikan Harga Tahu dan Tempe Andilnya Kecil ke Inflasi

    January 4, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kenaikan Harga Tahu dan Tempe Andilnya Kecil ke Inflasi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Indonesia sedang menghadapi persoalan kenaikan harga tahu dan tempe. Hal tersebut dikarenakan Indonesia masih mengandalkan impor dalam pemenuhan kebutuhan kedelai, bahan baku tahu dan tempe. Naiknya harga kedelai berpengaruh pada makanan seperti tahu dan tempe.

    Mengutip Pusat Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, harga kedelai tercatat Rp 9.500 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga normal Rp 7.500 per kilogram.

    Badan Pusat Statistik (BPS) pun menyampaikan, telah terjadi kenaikan harga atau inflasi pada dua kelompok makanan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe. Meskipun demikian, angka inflasi pada kedua makanan olahan kedelai tersebut sangat kecil.

    “Untuk tahu mentah mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, kemudian tempe 0,05 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/1).

    Setianto menyebut, artinya inflasi pada tempe dan tahu tidak berpengaruh besar pada keseluruhan inflasi secara nasional. “Kedua komoditas tersebut memberikan andil yang sangat kecil terhadap inflasi nasional,” ungkapnya.

    Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen segera meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produksi kedelai dalam negeri harus dipacu.

    Pasalnya, kebutuhan kedelai setiap tahunya makin bertambah. Pemerintah terus berupaya menekan impor kedelai yang hingga saat ini masih tinggi.

    “Tapi kami terus mendorong petani untuk melakukan budidaya. Program aksi nyatanya kami susun dan yang terpenting hingga implementasinya di lapangan,” ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jakarta, Senin (4/1).

    Kementan akan berfokus melipatgandakan produksi atau ketersediaan kedelai dalam negeri. Produksi kedelai dalam negeri harus bisa bersaing baik kualitas maupun harganya melalui perluasan areal tanam.

    “Tentu dengan langkah cepat dari Kementan bersama berbagai integrator dan pengembang kedelai yang ada, kita lipatgandakan dengan kekuatan. Kita bergerak cepat, sehingga produksi kedelai dalam negeri meningkat,” tuturnya.

    Sementara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi menambahkan faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga kedelai impor yakni ongkos angkut yang juga mengalami kenaikan. Waktu angkut impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.

    Suwandi menjelaskan, pandemi Covid-19 menyebabkan pasar global kedelai saat ini mengalami goncangan. Peluang ini akan dimanfaatkan Kementan untuk meningkatkan pasar kedelai lokal dan produksi kedelai dalam negeri.

    “Kita melakukan MoU antara Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) dengan Gabungan Kelompok Tani dengan investor dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk meningkatkan kemitraan produksi dan memaksimalkan pemasaran serta penyerapan kedelai lokal milik petani,” tuturnya.

     

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStrategi Akhiri Pandemi, Tetap Lakukan 3M dan Dukung 3T
    Next Article Sepanjang 2020, Indonesia Alami Inflasi 1,68 Persen – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.