Andalannews.com – Sedang mencari khutbah Jumat akhir Ramadhan terbaru? Di bawah ini akan diulas salah satu contoh yang bisa dipakai para khotib untuk disampaikan kepada jemaah menjelang Idul Fitri 2025.
Untuk diketahui khutbah Jumat akhir Ramadhan memiliki makna sangat khusus bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Mulai dari pengingat spiritual juga sarana dalam mengevaluasi diri.
Melalui khutbah Jumat akhir Ramadhan 2025 ini, khotib dapat memberikan pesan kepada para jemaah untuk kembali memaksimalkan ibadah sebelum bulan yang penuh berkah dan juga rahmat ini berakhir.
Khotib Jumat juga bisa memberikan motivasi agar tak menyia-nyiakan kesempatan beramal di hari-hari terakhir yang penuh berkah sesuai dalil: “Bersegeralah kepada ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi” (QS. Ali Imran: 133).
Ketika mengajak jemaah bermuhasabah atau mengevaluasi diri, khotib dapat engajak jamaah merenung sudah sejauh mana peningkatan taqwa selama Ramadhan, apa puasa hanya sekadar menahan lapar/dahaga, atau juga menahan diri dari maksiat?
Sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW “Banyak orang berpuasa yang hanya mendapat lapar dan dahaga” (HR. Ibnu Majah).
Dengan menyampaikan khutbah terakhir di bulan Ramadhan ini juga sebagai bentuk persiapan umat muslim dalam menyambut Idul Fitri dengan memberikan pesan akan hakikat kemenangan yang sebenarnya.
Berikut khutbah yang bisa disampaikan:
“Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari-hari terakhir Ramadhan. Bulan penuh berkah yang akan segera pergi meninggalkan kita. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan dimana pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu.”
“Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, sang pembawa cahaya petunjuk, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita semua sebagai umatnya.”
“Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah…”
(diam sejenak, lalu lanjutkan dengan suara yang mengharukan)
“Sebentar lagi, Ramadhan akan pergi. Sebentar lagi, malam-malam penuh maghfirah ini akan berakhir. Sebelum azan maghrib nanti mengumandangkan tanda berakhirnya puasa kita, mari kita renungkan bersama: Sudah sejauh mana transformasi spiritual yang kita alami? Sudah seberapa dalam bekas Ramadhan dalam hati kita?”
“Mari kita renungkan sabda Rasulullah: ‘Betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga’ (HR. Ibnu Majah). Na’udzubillah min dzalik…”
“Maka di kesempatan terakhir yang berharga ini, marilah kita…”
“Menyambut Kemenangan dengan Taqwa”
Khutbah Pertama
الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِشَهْرِ رَمَضَانَ، وَجَعَلَ فِيْهِ لَيْلَةً خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Muhasabah Diri di Penghujung Ramadhan
Di hari-hari terakhir Ramadhan ini, mari bertanya pada diri:
“Sudah sejauh mana kita tumbuh dalam taqwa?” (QS. Al-Hasyr: 18):
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok…”
Jangan Sia-siakan Kesempatan Terakhir
Rasulullah bersabda:
“Seandainya umatku tahu keutamaan Ramadhan, niscaya mereka akan berharap seluruh tahun menjadi Ramadhan” (HR. Baihaqi).
Manfaatkan sisa waktu untuk:
Memperbanyak istighfar
Sedekah (terutama bagi yang belum bayar zakat fitrah)
I’tikaf dan tadarus Al-Qur’an
Persiapan Menyambut Idul Fitri
Idul Fitri bukan sekadar hari raya, tetapi bukti kemenangan setelah sebulan berjuang melawan hawa nafsu.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari-Muslim).
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. أَمَّا بَعْدُ:
Pesan Taqwa dan Silaturahmi
Jaga Semangat Ramadhan
Jangan biarkan amal ibadah kita berakhir bersama Ramadhan. Lanjutkan kebiasaan baik: shalat malam, sedekah, dan tilawah Qur’an.
Perkuat Silaturahmi
Idul Fitri momentum untuk memaafkan dan menyambung tali persaudaraan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (HR. Bukhari).
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Tips Penyampaian:
Gunakan intonasi yang lembut tetapi tegas saat mengingatkan tentang muhasabah.
Saat menyampaikan hadits tentang keutamaan Ramadhan, naikkan volume suara untuk menekankan motivasi.
Akhiri dengan doa yang khusyuk agar jamaah terharu.
Boleh disesuaikan dengan durasi (bisa dipotong atau ditambah kisah inspiratif). Semoga bermanfaat!




