Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Mengenal Makna di Balik 5 Tradisi Lebaran di Indonesia, Penuh Nilai Kebersamaan
    Lifestyle

    Mengenal Makna di Balik 5 Tradisi Lebaran di Indonesia, Penuh Nilai Kebersamaan

    March 26, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengenal Makna di Balik 5 Tradisi Lebaran di Indonesia, Penuh Nilai Kebersamaan 1
    Mengenal Makna di Balik 5 Tradisi Lebaran di Indonesia (Ilustrasi/Pixabay)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Andalannews.com – Memasuki pekan terakhir Ramadan 2025 kurang lengkap jika tak membahas sejumlah tradisi Lebaran di Indonesia. Ya, masyarakat di Tanah Air utamanya umat muslim memang sering menyambut hari raya dengan cara yang unik.

    Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh masyarakat biasanya merayakan kemenangan dengan suka cita melalui tradisi Lebaran yang hingga kini masih tetap dijaga dan dirawat secara turun temuruan dan lintas generasi.

    Kalau membahas tradisi Lebaran di Indonesia mungkin kita akan langsung menjawab mudik, dan sungkem sebagai salah satu bagian tradisi wajib. Mengingat, keduanya seakan menjadi momen yang sakral menyambut hari raya yang istimewa.

    Tapi tahukah ternyata tradisi Lebaran di Indonesia tidak hanya perjalanan mudik dan sungkem saja. Nyatanya, setiap daerah memiliki cara tersendiri sesuai dengan budaya dan kepercayaan yang sudah dilaksanakan dari zaman nenek moyang.

    Bahkan, setiap tradisi Lebaran ini dianggap menyimpan makna yang sangat indah dan mendalam. Berikut beberapa tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia yang penuh makna untuk menjadi pengetahuan dan informasi terbaru.

    Grebeg Syawal (D.I. Yogyakarta)

    Berita Terkait  Idul Fitri 2025 Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025? Begini Langkah Diskar Jaga Bandung

    Membahas tradisi menyambut Lebaran, Grebeg Syawal menjadi salah satu ritual rutin digelar setiap tahunnya. Tradisi yang berasal dari Keraton Yogyakarta ini dilakukan setiap 1 Syawal, atau tepat pada Hari Raya Idulfitri.

    Grebeg Syawal merupakan wujud syukur setelah melewati bulan Ramadan yang sudah dilaksanakan sejak abad ke-16.

    Daya tarik dari tradisi Grebeg Syawal ada pada tujuh gunungan yang terdiri dari: gunungan lanang/kakung sebanyak tiga buah, gunungan wadon/estri, gunungan darat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan masing-masing satu buah.

    Seluruh gunungan akan dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit Bregodo dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan.

    Gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu, sebelum nantinya diperebutkan masyarakat.

    Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)

    Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ada tradisi Perang Topat atau “perang ketupat” sebagai tradisi menyambut Lebaran yang unik dan penuh makna.

    Konon, tradisi saling melemparkan ketupat ini merupakan simbol kerukunan antar umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok.

    Sebelum “perang” dimulai, masyarakat akan melakukan doa dan ziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang, dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro.

    Berita Terkait  Kapan Hari Raya Idul Fitri 2025? Panduan Lengkap dan Persiapan Menyambutnya

    Uniknya, setelah tradisi dimulai, ketupat-ketupat yang digunakan untuk berperang akan kembali diperebutkan, karena dipercaya membawa kesuburan sehingga membuat panen melimpah.

    Ronjok Sayak (Bengkulu)

    Tradisi Lebaran di Indonesia yang tidak kalah unik bisa ditemukan di Bengkulu yang disebut Ronjok Sayak. Secara umum, kata Sayak sendiri bisa diartikan sebagai batok kelapa.

    Dengan kata lain, Ronjok Sayak adalah tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi satu meter. Menurut kepercayaan, tradisi Lebaran Ronjok Sayak sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam.

    Masyarakat Bengkulu percaya jika api merupakan penghubung antara manusia dan leluhur. Itu mengapa, pelaksanaan tradisi Ronjok Sayak berjalan hikmat, dibarengi dengan banyaknya doa yang dipanjatkan selama proses pembakaran batok kelapa.

    Biasanya, tradisi Ronjok Sayak ini dilakukan setelah melaksanakan salat Isya pada 1 Syawal.

    Binarundak (Sulawesi Utara)

    Masyarakat Motoboi Besar di Sulawesi Utara juga memiliki tradisi menyambut Lebaran warisan leluhur yang masih dilakukan dan dilestarikan hingga sekarang, yakni tradisi Binarundak.

    Berita Terkait  Tips Mudik Lebaran 2025: Persiapan yang Wajib Dilakukan Sebelum Berangkat

    Sebuah tradisi membuat atau memasak nasi jaha secara bersama-sama yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idul Fitri.

    Nasi jaha adalah makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan dasar beras dan dimasak dalam batang bambu. Hidangan khas ini memiliki perpaduan rasa gurih dari santan, serta jahe yang cukup kuat.

    Menurut kepercayaan, tradisi Binarundak dalam menyambut Lebaran merupakan sarana silaturahmi terhadap sesama, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

    Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

    Kalimantan Barat pun turut memiliki tradisi Lebaran yang tidak kalah unik dan penuh makna, yakni Festival Meriam Karbit.

    Sedikit berbeda dengan tradisi-tradisi lainnya, Festival Meriam Karbit justru menjadi pengingat kepada warga akan keberanian dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

    Festival menyambut Lebaran yang terkenal meriah ini digelar selama tiga hari berturut-turut. Dimulai sejak sebelum, sesaat, dan sesudah Lebaran.

    Menariknya, Festival Meriam Karbit tidak hanya menjadi tradisi Lebaran saja. Melainkan, juga menjadi warisan budaya yang kental dengan nilai historis karena berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.

    Idul Fitri 2025 Ramadan Tradisi Lebaran
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIdul Fitri 2025 Jatuh pada Tanggal 31 Maret 2025? Begini Langkah Diskar Jaga Bandung
    Next Article Heboh! Video Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Bandung Jadi Perbincangan Hangat
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.