Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kinerja Sektor Pertanian Terus Menurun
    Ekonomi

    Kinerja Sektor Pertanian Terus Menurun

    March 3, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kinerja Sektor Pertanian Terus Menurun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kinerja Sektor Pertanian Terus Menurun 2
    Seorang petani sedang menggarap lahannya. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Kinerja sektor pertanian terus menurun, terutama di masa pandemi. Sejak pandemi, indeks nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha pertanian (NTUP), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, selalu di bawah 100.

    Indeks di bawah 100 menunjukkan bahwa usaha pertanian tidak memberikan kesejahteraan pada petani. Padahal, dilihat dari data BPS, sepanjang tahun 2019 indeks NTP di atas 100.

    Rincian NTP mulai Januari 2020 hingga Februari 2021 adalah 96,27; 96,63; 97,10; 94,81; 93,54; 93,53; 93,92; 93,34; 93,16; 92,83; 92,61; 93,56, 93,09; dan 92,46.

    Demikian juga NTUP yang menunjukkan secara murni indeks kinerja usaha pertanian, karena komponen konsumsi rumah tangga dikeluarkan dari perhitungan, menunjukkan indeks di bawah 100.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Hanif Yahya, Selasa (2/3) menjelaskan, NTP di atas 100 mengindikasikan petani mengalami surplus, harga produk yang dihasilkan petani naik lebih tinggi dari kenaikan harga pengeluarannya. Sedangkan NTP di bawah 100, terjadi sebaliknya. “NTP dan NTUP merupakan proxy atau pendekatan saja dalam mengukur kesejahteraan petani, yang diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib),” jelasnya.

    Namun penurunan indeks yang diterima petani lebih dalam dari indeks yang dibayar petani. Pada indeks yang dibayar petani, komponen yang masuk perhitungan adalah Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStartup swakemudi Aeva rekrut Tim Willis mantan pekerja Apple
    Next Article Utilitas top AS kolaborasi bangun stasiun pengisian kendaraan listrik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.