Andalannews.com – Tim SAR langsung turun tangan melakukan proses pencarian korban terseret arus Sungai Cisanggarung, Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon.
Dari laporan resmi yang diterima Andalannews.com dari Kantor SAR Bandung, korban terseret arus Sungai Cisanggarung itu bernama Deniez Herdiansyah berusia sekira 14 tahun.
Terseretnya Deniez Herdiansyah di salah satu sungai besar yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon itu terjadi pada hari Minggu 2 Maret 2025 kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, korban sedang bermain bersama teman-temannya. Diduga kurang hati-hati saat menyeberangi sungai, remaja itu terjatuh. Hingga Selasa 4 Maret 2025, Deniez belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyebutkan bahwa Tim Rescue Pos SAR Cirebon telah berada di lokasi kejadian pada pukul 07.30 WIB pagi tadi dan langsung melaksanakan pencarian.
“Bersama unsur SAR di lapangan, Tim SAR melakukan penyisiran dari lokasi kejadian (hilangnya korban) ke arah hilir sungai sejauh 1 kilometer,” ungkap Ade dalam keterangannya.
Sebagai informasi, Sungai Cisanggarung adalah salah satu sungai yang terletak di Provinsi Jawa Barat dan melintasi Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan.
Sejarah Sungai Cisanggarung erat kaitannya dengan tempat perlindungan. Dikutip dari buku Top Modul RPUK, Taufik Hidayat, (2019:89), Sungai Cisanggarung merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar pulau.
Keberadaannya diliputi sejarah panjang yang begitu menarik untuk diulik, utamanya di masa kolonial Belanda.Sebelum mengenal sejarah Sungai Cisanggarung mari pahami namanya terlebih dahulu.
Penamaan sungai ini berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci yang berarti sungai dan sanggarung yang berarti tempat berlindung atau tempat perlindungan.
Nama Cisanggarung diberikan karena sungai tersebut dianggap sebagai tempat perlindungan bagi masyarakat sekitar. Keberadaannya diketahui telah ada sejak zaman prasejarah.
Mulai abad ke-14, fungsinya semakin penting karena dijadikan sebagai sumber air utama bagi masyarakat Sunda.
Mengingat fungsi pentingnya, kelestarian sungai patut dijaga apalagi airnya dimanfaatkan sebagai sumber pengairan dan menjadi tempat hidup berbagai makhluk air, seperti: ikan, udang, kerang, dan lain sebagainya.
Sungai ini berhulu di selatan Waduk Darma di Desa Cageur, Kecamatan Darma. Kabupaten Kuningan dan bermuara di Laut Jawa. Sungai ini cukup besar untuk dimasuki perahu-perahu nelayan.
Setengah panjang Cisanggarung juga menjadi batas alami antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Jembatan di Jalan Nasional Rute 1 yang melintas di atas sungai ini pun diapit oleh gapura selamat datang dari provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.




