Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kurangi Ketergantungan Impor, Upaya Penggemukan Sapi Bali Dilakukan di 4 Kabupaten
    Ekonomi

    Kurangi Ketergantungan Impor, Upaya Penggemukan Sapi Bali Dilakukan di 4 Kabupaten

    October 5, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kurangi Ketergantungan Impor, Upaya Penggemukan Sapi Bali Dilakukan di 4 Kabupaten 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kurangi Ketergantungan Impor, Upaya Penggemukan Sapi Bali Dilakukan di 4 Kabupaten 2
    Nyoman Parta memegang sapi Bali yang menjalani program penggemukan. (BP/Istimewa)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Guna mengurangi ketergantungan akan impor daging sapi yang dari tahun ke tahun makin bertambah, sejumlah anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Bali berinisiatif menggemukan Sapi Bali. Upaya penggemukan ini dilakukan di 4 kabupaten. Demikian dikemukakan salah satu anggota DPR RI yang menginisiasi upaya ini, Nyoman Parta, Rabu (5/10).

    Ia mengatakan dirinya bersama 5 anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Bali berupaya melakukan penggemukan dengan memberikan pakan khusus yang dikembangkan seorang peneliti, dr. David. Penggemukan sapi Bali berjumlah 30 ekor dikembangkan di kandang rakyat yang ada di 4 kabupaten. Rinciannya, 10 ekor di Gianyar, 10 ekor di Tabanan, 5 ekor di Badung dan 5 ekor di Bangli.

    Parta mengutarakan pengemukan sapi Bali dikarenakan daging yang dihasilkan berkualitas. Sapi Bali pun memiliki berbagai kelebihan, yakni bisa hidup di berbagai iklim, bisa makan apa saja dari setrat, tumbuhan hijau hingga jerami kering, dan kesuburan sapi betina bisa sampai 17 kali mempunyai anak.

    Juga terdapat buliran lemak (marbling) di dalam daging yang membuat aroma daging tercium hingga jarak yang jauh. “Sayangnya, populasi Sapi Bali terus menerus berkurang, karena petani mengganti sapi dengan traktor untuk membajak lahan,” jelasnya dalam rilis yang diterima.

    Selain itu, ukuran sapi yang relatif lebih kecil dan dagingnya yang tidak empuk membuatnya jarang digunakan di hotel dan restoran. “Kebanyakan standar daging yang digunakan chef di Indonesia mengunakan standar negara penghasil daging sapi. Jadi, walaupun Bali didatangi banyak turis, tetap saja yang dikonsumsi adalah daging sapi impor, Wagyu Jepang, Brahman India, Limosin dan Sapi Belgia,” sebutnya.

    Secara potensi, sapi Bali dikatakannya layak untuk dikembangkan. Sebab, konsumsi daging sapi di Indonesia sebesar 2,57 kg per kapita atau mencapai 706.388 ton. “Produksi nasional hanya sebesar 436.704 ton, sehingga ada defisit sebesar 207.199 ton,” ungkap Parta.

    Saat ini, populasi sapi di Indonesia mencapai 18,05 juta ekor pada 2021. Angka ini lebih besar 3,52 persen dibanding tahun 2020 yang berjumlah 17,44 juta ekor.

    Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor daging sapi sebesar 223.420 di 2020. Sedangkan pada 2021 sebesar 211.430 ton dan kuota impor pada 2022 mencapai 266.065 ton.

    Ia pun mengatakan pada hari ini dilakukan pemotongan 2 ekor sapi yang kenaikan beratnya cukup signifikan. Berat awal sapi 1 sebesar 412 kg dan Sapi 2 mencapai 444 kg.

    Setelah diberikan pakan khusus selama 32 hari, berat sapi 1 menjadi 457 kg dan sapi 2 menjadi 497 kg. “Ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan untuk kelas sapi lokal,” jelasnya.

    Setelah dipotong, darah, daging dan kotoran sapi akan diuji Lab oleh Tim Lab Terpadu IPB Bogor dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Kementerian Pertanian untuk kualitas dan kandungan yang ada di dalam daging hasil penggemukan ini. Daging ini kemudian akan dilakukan proses pelayuan kemudian akan dinikmati bersama stakeholder terkait.

    Treatment yang digunakan untuk penggemukan ini, disebutnya, membuat kotoran sapi sedikit mengandung gas metan sehingga bisa langsung diaplikasi ke lahan pertanian. Jadi tidak membutuhkan waktu untuk fermentasi lagi. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHyundai BSD City dilengkapi bengkel bodi dan cat
    Next Article Hingga Kuartal III, WSBP Peroleh Kontrak Baru Senilai Rp 1,15 Triliun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.