Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Maret 2024, Ini Kabupaten Tertinggi Inflasinya di Bali
    Ekonomi

    Maret 2024, Ini Kabupaten Tertinggi Inflasinya di Bali

    April 3, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Maret 2024, Ini Kabupaten Tertinggi Inflasinya di Bali 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Maret 2024, Ini Kabupaten Tertinggi Inflasinya di Bali 2
    Pedagang tengah menyiapkan daging ayam di Pasar Badung, Denpasar. (BP/Dokumen)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pada bulan Maret 2024 secara year on year (y-on-y), Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 3,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 106,94. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 3,95 persen dengan IHK sebesar 109,21 dan inflasi terendah tercatat di Kota Denpasar sebesar 3,43 persen dengan IHK sebesar 106,85.

    Angka inflasi di Bali menunjukkan berada di atas kisaran sasaran Bank Indonesia yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen.

    Kepala BPS Bali, Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan, inflasi tahunan (y-on-y) terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok itu yaitu makanan, minuman dan tembakau naik setinggi 8,77 persen, kelompok pakaian dan alas kaki setinggi 1,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga setinggi 0,14 persen, kelompok kesehatan setinggi 1,99 persen, kelompok transportasi setinggi 0,91 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya setinggi 2,46 persen, kelompok pendidikan setinggi 3,24 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran setinggi 2,63 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 2,85 persen.

    Sementara itu, dua kelompok tercatat mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sedalam 0,06 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sedalam 0,02 persen.

    Secara bulanan (month to month atau mtm) dikatakan bahwa Provinsi Bali tercatat mengalami inflasi sebesar 0,93 persen. Sementara secara year to date (y-t-d), tercatat inflasi sebesar 1,46 persen.

    Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi secara yoy pada bulan Maret 2024 antara lain beras, daging ayam ras, tomat, cabai merah, bawang putih, telur ayam ras, pisang, sigaret kretek mesin (SKM), akademi/perguruan tinggi, canang sari, air kemasan, kue basah, sigaret putih mesin (SPM), nasi dengan lauk, kopi bubuk, sekolah menengah pertama, iuran pembuangan sampah, gula pasir, pembalut wanita, dan bimbingan belajar.

    Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi dengan memberikan sumbangan negatif, antara lain bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, tongkol diawetkan, sabun cair/cuci piring, bensin, sabun mandi cair, detergen cair. Juga telepon seluler, kacang panjang, ikan cakalang/ ikan sisik, bayam, tissu, pakaian bayi, sabun mandi, tarif kendaraan roda 2 online, baju kaos berkerah pria, dan jaket pria.

    Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada bulan Maret 2024 antara lain daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, canang sari, tomat, pisang, buncis, nasi dengan lauk, bawang putih, kue kering berminyak. Juga semangka, mobil, jeruk, buah naga, angkutan udara, sawi hijau, pepes, bahan bakar rumah tangga, dan kacang panjang. Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi dengan memberikan sumbangan negatif, antara lain cabai merah, dan kentang.

    Inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi.

    Sementara itu Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) nasional pada bulan Maret 2024 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Maret 2024 tercatat sebesar 0,52 persen month to month (mtm) sehingga secara tahunan menjadi 3,05 persen year on year (yoy).

    “Inflasi yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

    Sinergi pengendalian inflasi terjalin kuat antara BI dan pemerintah pusat serta daerah dalam tim pengendalian inflasi pusat dan daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

    Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2024.

    Erwin menuturkan bahwa inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada bulan Maret 2024 tercatat 0,23 persen (mtm), lebih tinggi daripada inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,14 persen (mtm) seiring dengan kenaikan permintaan musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1445 Hijriah.

    Realisasi inflasi inti tersebut disumbang, terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan, minyak goreng, dan nasi dengan lauk. Secara tahunan, inflasi inti pada bulan Maret 2024 tercatat sebesar 1,77 persen (yoy), atau meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,68 persen (yoy).

    Peningkatan inflasi volatile food itu disumbang, terutama oleh inflasi komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras.

    Peningkatan harga komoditas pangan, terutama beras dipengaruhi oleh faktor musiman periode HBKN dan pergeseran musim tanam akibat dampak El Nino.

    Peningkatan inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi komoditas cabai merah dan tomat. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 10,33 persen (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,47 persen (yoy).

    Ke depan, inflasi volatile food diperkirakan kembali menurun seiring dengan peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah sehingga mendukung upaya menjaga stabilitas. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNew Honda Vario 125 hadir dengan pilihan warna baru
    Next Article Neta siagakan layanan bagi pengguna kendaraan elektriknya semasa mudik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.