Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Mengelola Sampah Makanan Berlebihan saat Lebaran, Bisa Jadi Kompos
    Lifestyle

    Mengelola Sampah Makanan Berlebihan saat Lebaran, Bisa Jadi Kompos

    May 14, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengelola Sampah Makanan Berlebihan saat Lebaran, Bisa Jadi Kompos 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Lebaran identik dengan menu makanan berlimpah. Suguhan penganan untuk keluarga wajib disiapkan. Banyak pula dengan parsel berupa makanan yang dikirimkan kerabat. Bagaimana mengatasi sisa makanan berlebihan tersebut?

    —

    SISA makanan, seperti jenis sampah lainnya, juga bisa mengeluarkan gas metana ke atmosfer. Dampaknya adalah efek rumah kaca dan perubahan iklim yang mulai dirasakan saat ini. Membiarkan sisa makanan langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang terbuka ke udara bebas sama saja dengan membiarkan produksi gas metana berkelanjutan.

    ”Padahal, sampah organik itu jumlahnya 40 sampai 50 persen dari total sampah yang kita produksi sehari-hari,” ucap penggiat lingkungan Putu Putri Indira Sari. Masalah tumpukan sampah bisa berkurang drastis jika pengolahan sampah organik mulai dilakukan di rumah-rumah. Jadi, TPA hanya fokus mengolah sampah yang perlu alat spesifik saja. Bukan semua jenis sampah yang sudah campur aduk.

    Secara umum, ada dua cara pengolahan sisa makanan yang dibagikan Indi, sapaan Putu Putri Indira Sari. Pertama, dengan mengubah sampah-sampah organik tersebut jadi kompos. Proyeknya cukup sederhana. Bahan yang digunakan adalah tong cat yang sudah tak terpakai. ”Kalau rumah tangga personal, tong yang dipakai memang tidak usah yang besar sekali,” tuturnya. Siapkan pula saringan untuk di bagian dasar tong dan cairan EM4 untuk membantu proses pembuatan kompos.

    ”Caranya mudah banget. Sampah organik tinggal dimasukkan dalam tong, lalu disemprot cairan EM4,” jelas Indi. Sampah-sampah organik yang bisa diproses adalah sisa makanan, sampah tanaman gugur, dan kertas-kertas. Beberapa jenis kertas yang tidak bisa diproses adalah kertas minyak dan majalah karena bahannya tak lagi murni dari olahan pohon. Sedangkan makanan yang dihindari adalah daging-dagingan dan tulang. ”Cenderung bikin bau dan mengundang belatung,” sambungnya saat ditemui Minggu (9/5).


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarusnya Ditutup Tanpa Instruksi Kemendagri!
    Next Article Fahri Hamzah Minta Jokowi Bantu Hentikan Agresi Israel ke Palestina
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.