Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Neraca Perdagangan Bali Surplus USD 30,28 Juta
    Ekonomi

    Neraca Perdagangan Bali Surplus USD 30,28 Juta

    October 3, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Neraca Perdagangan Bali Surplus USD 30,28 Juta 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Neraca Perdagangan Bali Surplus USD 30,28 Juta 2
    Aktivitas pengangkutan peti kemas di Pelabuhan Benoa. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Neraca perdagangan Bali Agustus 2020 surplus USD 30,28 juta, karena ekspor Bali lebih besar dari impor. Ekspor Bali pada Agustus 2020 yaitu USD 33,81 juta dan impor Bali yaitu USD 3,53 juta.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, Kamis (1/10) mengatakan, ekspor Bali pada Agustus 2020 berada pada angka USD 33,81 juta. Angka ini menurun 0,55 persen secara mtm.

    Sementara jika dibandingkan dengan ekspor Agustus 2019 ketika Bali belum merasakan tekanan pandemi,  penurunannya besar 27,19 persen (yoy). Ekspor USD 33,81 juta jika diurai menurut negaranya, lima negara tujuan ekspor terbesar yaitu Amerika Serikat, Jepang, Australia,  Tiongkok dan Taiwan.

    Amerika Serikat adalah negara tujuan ekspor Bali terbesar pada Agustus sebesar USD 10,5 juta. Sekalipun pada bulan itu ekspor ke Amerika dari Bali mengalami penurunan 13,25 persen.

    Tujuan ekspor terbesar kedua dari Bali adalah ke Jepang dengan nilai USD 2,9 juta. Angka ini mengindikasikan adanya peningkatan 36,61 persen dibandingkan ekspor Bali ke Jepang bulan sebelumnya.

    Pada posisi ketiga adalah Australia dengan nilai USD 2,6 juta. Angka ini juga mengindikasikan peningkatan 3,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    Tujuan terbesar keempat adalah ke Tiongkok sebesar USD 2,32 juta, menunjukkam peningkatan sebesar 41,79 persen. Peningkatan yang cukup kuat dibandingkan ekspor Bali bulan sebelumnya ke Tiongkok, dan pada posisi kelima terbesar ekspor Bali adalah ke Taiwan sebesar USD 1,83 juta, meningkat 55,24 persen.

    Adanya gambaran nilai yang menurun pada dominasi Amerika dan meningkatnya pada empat besar lainnya menyiratkan kemungkinan adanya konsolidasi. “Pada tekanan masa pandemi COVID-19 ini, kemungkinan ada konsolidasi ulang tentang pembagian mitra dagang Bali ke luar negeri, yang dari Amerika mungkin mulai dikurangi dan yang ke wilayah lain dikembangkan,” jelas Adi.

    Jika diurai menurut komoditasnya, lima besar komoditas ekspor Bali pada Agustus 2020 adalah ikan dan udang sebesar USD 10,22 juta, menurun 4,98 persen. “Sekalipun ikan dan udang adalah komoditas terbesar pada Agustus 2020, sesungguhnya ekspor ikan dan udang sedang mengalami penurunan 4,98 persen,” ungkapnya.

    Pada posisi kedua adalah perhiasan atau permata nilai USD 3,96 juta. Angka ini menyiratkan pertumbuhan yang cukup kuat 33,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya.  Pada posisi ketiga ada komoditas kayu, barang dari kayu dengan nilai USD 2,5 juta, meningkat 3,25 persen.

    Pakaian jadi bukan rajutan pada posisi keempat dengan nilai USD 2,3 juta. Meskipun pada Agustus ekspor ini mengalami penurunan cukup kuat 30,46 persen.

    Posisi kelima adalah perabot penerangan rumah tangga dengan nilai USD 2,06 juta, meskipun menempati posisi kelima tapi pada bulan itu ekspor Bali pada komoditas ini sedang mengalami penurunan 5,57 persen.

    Sementara, impor Bali pada Agustus 2020 tercatat USD 3,53 juta. Angka ini menyiratkan penurunan 22,16 persen (mtm).

    Jika impor Bali dibandingkan Agustus 2019, penurunannya lebih dalam yaitu 85,47 persen. Jika diurai menurut negara asal impor, maka lima terbesar negara asal impor Bali adalah AS, Australia, Tiongkok, Taiwan dan Singapura.

    AS negara asal impor Bali yang paling besar Agustus dengan nilai USD 1,16 juta. Jika diurai menurut komoditasnya, lima besar impor Bali Agustus berupa produk mesin dan perlengkapan mekanik, mesin dan peralatan listrik, barang dari kulit, perhiasan permata, dan perangkat optik. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAkses Penukaran UPK 75 Diperluas, Ada 55 Bank Nyatakan Kesiapan
    Next Article Doni Monardo Ajak Masyarakat Selalu Terapkan 3M
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.