Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Penembakan Pedemo di Parigi, Komnas HAM Minta Jangan Lupa Ambil GSR
    Lifestyle

    Penembakan Pedemo di Parigi, Komnas HAM Minta Jangan Lupa Ambil GSR

    February 14, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penembakan Pedemo di Parigi, Komnas HAM Minta Jangan Lupa Ambil GSR 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDOPOS.CO.ID – Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pihak kepolisian melakukan, langkah saintifik dalam mengungkap pelaku penembakan terhadap demonstran di Parigi Moutong, Sulteng, Sabtu (12/2/2022).

    Kejadian itu berlangsung ketika massa aksi melakukan penolakan izin usaha pertambangan PT Trio Kencana yang diduga ditembak aparat. Korban merupakan Erfadi (21), asal Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan.

    “Harus ada langkah saintifik ditempuh kepolisian, sehingga ada hasil pengujian ilmiah terkait perjalanan peluru di ruang udara dari senjata api pada sasaran tertentu, dalam hal ini terhadap korban,” kata Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulawesi Tengah Dedy Askari, Senin (14/2/2022).

    Menurutnya, uji balistik juga menjadi penting dilakukan membandingkan anak peluru yang di temukan di TKP, dengan anak peluru pada senjata yang dicurigai. Maka bisa menemukan titik terang pelaku.

    “(Uji balistik) akan menentukan, siapa pelaku penembakan dan dari jarak tembak berapa pelaku melepaskan tembakan,” tutur Dedy.

    Jika Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng mengambil langkah uji balistik atas proyektil dan senjata-senjata yang dicurigai digunakan, satu hal tidak boleh terbaikan.

    “Jangan sampai terlupakan oleh Pak Kapolda, memerintahkan anggotanya mengambil sisa pembakaran berupa gas dan residu yang dikenal dalam dunia Balistik Forenshik Gunshoot Reside (GSR),” terang Dedy.

    Ia menambahkan, partikel-partikel GSR dapat ditemui dipermukaan tangan dan pakaian pelaku atau disekitar sumber tembakan. “Sebab GSR ini hanya bisa bertahan lebih-kurang 6 jam saja,” ujarnya.

    Unjuk rasa dilakukan masyarakat setempat mengatasnamakan Aliansi Rakyat Tani (Arti) Koalisi Gerak Tambang. Mereka menuntut Pemerintah Sulteng menutup tambang emas milik perusahaan itu yang memiliki lahan konsesi di Kecamatan Kasimbar, Toribulu dan Tinombo Selatan. (dan)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSebanyak 68 Persen Kematian Adalah Pasien yang Belum Vaksinasi Lengkap
    Next Article Kemendagri Sebut Daerah Level 3 Meningkat pada Perpanjangan PPKM
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    outfit nonton konser

    Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    July 18, 2026
    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.