Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Penularan COVID-19 Meningkat, BOR di Bali Tertinggi
    News

    Penularan COVID-19 Meningkat, BOR di Bali Tertinggi

    July 29, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Penularan COVID-19 Meningkat, BOR di Bali Tertinggi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Penularan COVID-19 Meningkat, BOR di Bali Tertinggi 2
    Ilustrasi. (BP/Suarsana)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir kasus positif harian COVID-19 terus mencetak rekor baru. Per 27 Juli 2022, penambahannya mencapai angka 6 ribu kasus.

    Angka 6 ribu kasus per hari, terakhir terjadi pada Maret lalu. “Saya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk kembali waspada. Mungkin kita kembali sering mendengar kabar bahwa kerabat atau orang terdekat kita terinfeksi COVID-19, yang menandakan bahwa kewaspadaan harus kembali penting ditingkatkan,” kata Wiku dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (28/7).

    Angka keterisian tempat tidur atau bed of ratio (BOR) juga mengalami kenaikan jika dibandingkan awal Juli sekitar 8 persen. Namun cenderung stabil rendah di 34 Provinsi di Indonesia dengan angkanya di bawah 15 persen.

    Jika melihat BOR RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam 1 bulan terakhir, terjadi kenaikan jumlah pasien mencapai 1,90 persen, dari sebelumnya 2,76 persen menjadi 4,66 persen.

    Secara per provinsi, BOR tertinggi berada di Bali sebesar 14,76 persen. Disusul DKI Jakarta 12,53 persen, Kalimantan Selatan 11,23 persen, Banten 9,82 persen, Jawa Barat 6,15 persen dan DIY 5,93 persen.

    Dan 4 dari 5 Provinsi penyumbang kenaikan kasus tertinggi pada minggu terakhir, yaitu DKI Jakarta (17 ribu kasus), Jawa Barat (5 ribu kasus), Banten (4 ribu kasus), dan Bali (seribu kasus). “Persentase BOR yang lebih tinggi dibanding Provinsi lainnya ini dapat disebabkan karena terjadinya kenaikan kasus positif,” pungkas Wiku.

    Data menunjukkan, peningkatan saat ini terjadi secara perlahan. Mulai seribu kasus pada awal Juni, kemudian 2 ribu kasus pada awal Juli, dan naik 3 kali lipat dalam 1 bulan menjadi 6 ribu kasus.

    Peningkatan ini jelas berdampak pada peningkatan kasus aktif. Per 27 Juli 2022, kasus aktif mencapai angka 46 ribu. Kasus aktif sebesar 46 ribu tercatat terakhir terjadi pada April lalu.

    “Dan yang sangat disayangkan, kasus kematian juga mulai mengalami kenaikan selama 3 hari terakhir. Yaitu selalu di atas 10 kematian,” ujarnya.

    Adanya peningkatan pada ketiga indikator tersebut terefleksikan pada angka positivity rate mingguan. Sejauh ini, sudah 3 minggu berturut-turut angkanya melebihi ambang batas WHO sebesar 5 persen. Per minggu ini, positivity rate mingguan nasional sebesar 6,07 persen.

    Kenaikan pada positivity rate ini berkaitan dengan jumlah orang yang diperiksa. Terjadi kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan awal Juli lalu. Yaitu naik 52 persen. Di minggu ini, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai hampir 550 ribu orang.

    “Kenaikan ini patut diapresiasi. Artinya ada peningkatan kesadaran masyarakat, untuk tes COVID-19 ketika bergejala atau menjadi kontak erat. Semakin banyak orang yang diperiksa, maka semakin akurat besaran dan sebaran COVID-19 di tengah masyarakat. Karenanya angka ini penting ditingkatkan setidaknya 1 juta orang per 1 minggu,” lanjut Wiku.

    Disamping itu, salah satu indikator yang perlu dilihat dalam memantau situasi COVID-19, yaitu angka reproduksi efektif (Rt). Angka ini menggambarkan potensi penularan di masyarakat.

    Data terkini menunjukkan Rt nasional meningkat, pada 1 Juli 2022 di angka 1,22, dan pada 15 Juli 2022 menjadi 1,26. “Artinya penularan masih ada dan terjadi di masyarakat dengan pola penambahan kasus berlipat atau eksponensial,” tambah Wiku.

    Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat kembali diingatkan kembali waspada. Karena penularan COVID-19 masih ada dan mulai meningkat lagi. “Tidak lelah saya ingatkan bahwa meskipun saat ini BOR masih terkendali, namun kita tidak hanya wajib melindungi diri sendiri namun juga orang lain, terutama kelompok rentan,” pungkas Wiku. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGuru binaan Astra YPA-MDR torehkan prestasi kompetisi skala nasional
    Next Article Ford luncurkan truk pikap F 150 Lightning edisi khusus polisi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.