Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Perekonomian Indonesia Sudah Pulih Dari Dampak Covid-19
    News

    Perekonomian Indonesia Sudah Pulih Dari Dampak Covid-19

    March 9, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Perekonomian Indonesia Sudah Pulih Dari Dampak Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Perekonomian Indonesia Sudah Pulih Dari Dampak Covid-19 2
    Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) sekaligus Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam PwC Indonesia Economic Update yang dipantau di Jakarta, Kamis. (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Perekonomiann Indonesia sudah pulih dari dampak COVID-19. Hal itu dikatakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) sekaligus Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

    Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 masih akan berada di sekitar 5 persen, atau hanya sedikit melemah dibandingkan pertumbuhan pada 2022 yang sebesar 5,31 persen.

    “Pertumbuhan ekonomi kita di 2023 mungkin masih sekitar 5 persen, yang merupakan rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam 10 tahun terakhir. Dengan ini, pada dasarnya kita telah kembali ke jalur dan keluar dari dampak COVID-19,” kata Bambang dalam PwC Indonesia Economic Update, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (9/3).

    Inflasi pada 2023 diperkirakan juga akan lebih rendah daripada 2022, salah satu karena harga komoditas yang mulai menurun.

    “Meskipun demikian, moderasi harga komoditas juga bisa mempengaruhi nilai tukar dan pendapatan negara yang berasal dari ekspor komoditas,” katanya.

    Penurunan penyebaran COVID-19 di China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia, pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dan China yang positif, serta persiapan menerapkan ekonomi hijau, digitalisasi, dan reformasi sektor kesehatan juga menjadi faktor pendorong ekonomi Indonesia di 2023.

    Hanya saja, konflik geopolitik, tren peningkatan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat The Fed, dan pelemahan ekonomi negara-negara maju perlu terus diwaspadai karena berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

    Bambang menambahkan, pemerintah perlu berfokus mengentaskan persentase kemiskinan yang masih di sekitar 9 persen meski perekonomian telah mulai pulih.

    “Ketika kemiskinan masih berada pada angka 9 persen, artinya lebih dari 26 juta orang di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Rasio gini juga perlu dipastikan dapat terus diturunkan,” katanya. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTak Penuhi Panggilan, Polisi Cekal Steven Seteru Jessica Iskandar
    Next Article 1.713 Bank Menjadi Peserta LPS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.