Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tergantung Penyebaran Covid-19
    Ekonomi

    Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tergantung Penyebaran Covid-19

    July 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tergantung Penyebaran Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama tahun 2021 akan mencapai 3,1 persen hingga 3,3 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang perekonomian telah menunjukan perbaikan sehingga Indonesia dapat segera terbebas dari jurang resesi.

    “Semester pertama perekonomian sudah menunjukan perbaikan cukup baik, namun kuartal I yang masih pertumbuhan -0,7 akan terakselerasi di kuartal II. Sehingga keseluruhan semester I itu pertumbuhannya di 3,1-3,3 persen,” ujarnya secara virtual, Senin (5/7).

    Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Sri Mulyani juga menyampikan, Presiden RI Joko Widodo pun telah menyoroti keberadaan Covid-19 varian Delta yang lebih cepat menular dua kali lipat dari varian awal atau aslinya. Bahkan 50 persen lebih menular dari varian Alpha yang berasal dari Inggris.

    Sehingga, varian ini telah menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, sama seperti 96 negara lain. “Bahkan yang sudah mengalami vaksinasi yang cukup besar,” imbuhnya.

    Sehingga, kata Sri Mulyani, untuk semester II 2021, perekonomian nasional akan sangat bergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 yang saat ini dihadapi. Hal ini bergantung pada berapa lama kenaikan kasus Covid-19 dan pengetatan yang harus dilakukan.

    Jika skenarionya akan cukup moderat, yaitu Juli sudah bisa dikendalikan dan pada Agustus sudah ada aktivitas yang normal, kemudian restriksi dikurangi, maka ekonomi akan bisa tumbuh pada kondisi pertumbuhan di atas 4 persen, mendekati 5 persen.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBerawal Gerai Pulsa, Kini Agen BRILink Ini Punya Minimarket
    Next Article Ganjar Bentuk Satgas Oksigen, Pastikan Stok di Jateng Aman
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.