Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Populasi Sapi Bali di Bangli Terus Meningkat, Peternak Disiplin Tak Jual Sapi Betina Produktif
    Ekonomi

    Populasi Sapi Bali di Bangli Terus Meningkat, Peternak Disiplin Tak Jual Sapi Betina Produktif

    March 11, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Populasi Sapi Bali di Bangli Terus Meningkat, Peternak Disiplin Tak Jual Sapi Betina Produktif 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Populasi Sapi Bali di Bangli Terus Meningkat, Peternak Disiplin Tak Jual Sapi Betina Produktif 2
    Sejumlah sapi Bali berada di peternakan. (BP/Dokumen)

    BANGLI, BALIPOST.com – Sapi Bali menjadi salah satu hewan ternak yang banyak dipelihara masyarakat. Banyaknya keunggulan yang dimiliki seperti daya adaptasi lingkungannya yang baik dan nilai jual yang tinggi menjadi alasan warga memilih memelihara hewan berkaki empat itu.

    Di Kabupaten Bangli jumlah populasi sapi Bali tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, tahun 2021 jumlah populasi sapi Bali di Bangli tercatat sebanyak 68.888 ekor. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Kintamani yakni 37.688 ekor, disusul Kecamatan Bangli 10.697 ekor, Tembuku 10.671 ekor dan Susut 9.832 ekor.

    Data yang dimiliki Dinas PKP juga menunjukan terjadinya peningkatan jumlah populasi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2017 jumlah populasi sapi di Bangli tercatat sebanyak 64.754 ekor. Kemudian tahun 2018 sebanyak 66.994, 2019 sebanyak 67.480 dan di tahun 2020 sebanyak 68.084 ekor.

    Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Made Alit Parwata mengatakan jumlah populasi sapi Bali di Kabupaten Bangli masuk peringkat tiga besar di Bali. Setelah Karangasem dan Buleleng.

    Sebagian besar masyarakat di Bangli masih memelihara sapi Bali dengan pola tradisional. Sapi dijadikan sebagai komponen pendukung usaha tani. Hampir setiap petani yang memiliki lahan yang cukup memelihara sedikitnya satu hingga dua ekor sapi. Namun ada juga yang memelihara secara profesional. Benar-benar memelihara sapi sebagai pekerjaan utama. “Kalau yang professional itu rata-rata meliharanya di atas 10 ekor,” kata Alit Parwata.

    Pemeliharaan sapi kebanyakan dilakukan dengan sistem penggemukan. Dimana dengan kurun waktu pemeliharaan sekitar dua tahun sapi sudah bisa dijual.

    Dalam upaya untuk menjaga dan meningkatkan jumlah populasi sapi di Bangli, Alit Parwata mengatakan upaya yang dilakukan pihaknya yakni melakukan pembinaan terhadap petani/peternak melalui petugas lapangan yang dimiliki. Pihaknya juga melarang petani/peternak untuk memotong sapi betina produktif. “Mengenai larangan memotong sapi betina produktif itu, undang-undangnya sudah ada. Kami selama ini terapkan di Bangli,” jelasnya. Untuk mengawasi adanya pemotongan sapi betina produktif, pihaknya melibatkan sejumlah pihak seperti Satpol PP.

    Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan yakni dengan menyosialisasikan kawin suntik atau inseminasi buatan. Menurut Alit Parwata tingkat keberhasilan inseminasi buatan lebih tinggi dibandingkan kawin alami. Dengan inseminasi buatan keberhasilannya bisa mencapai di atas 80 persen. Sedangkan kawin alami, keberhasilannya sekitar 50 persen.

    Meski saat ini pemerintah pusat sudah tidak lagi menyediakan layanan inseminasi buatan sapi  secara gratis sejak tahun lalu, hal itu tidak mempengaruhi semangat warga mengawinkan sapinya. Jumlah populasi sapi Bali di Bangli pun diyakini tidak akan terpengaruh dengan ditiadakannya program itu. “Tidak berpengaruh. Karena sebelum adanya program itu, petani kita di Bangli sudah terbiasa melakukan kawin suntik sapi secara mandiri,” kata Alit Parwata. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKritikus Mode Sebut Brand Lokal Dompleng Nama Paris Fashion Week
    Next Article Sebanyak 30 jenis ban Michelin disiapkan untuk pembalap MotoGP
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.