Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Potensi Perikanan Banyuasin Butuh Stimulus
    Ekonomi

    Potensi Perikanan Banyuasin Butuh Stimulus

    November 4, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Potensi Perikanan Banyuasin Butuh Stimulus 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Sekitar 80 persen wilayah Banyuasin adalah daerah perairan. Tergambar betapa besar potensi perikanan di kabupaten yang berada dalam wilayah administratif Provinsi Sumatera Selatan itu.

    Luasan daerah perairan dan potensi perikanan itu jelas terbaca pada data pemerintah setempat terkait pola konsumsi ikan yang mencapai 56,06 kg perkapita pertahun. “Ini terbesar di Sumsel. Ikan yang dikonsumsi itu mayoritas ikan budidaya, yaitu patin,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuasin Septi Fitri, Senin (10/10/2021).

    Pemerintah daerah memang tidak main-main dalam menggalakkan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Apalagi, meski pada dasarnya patin yang paling banyak digemari masyarakat kito galo (red. sebutan bagi masyarakat Sumatera Selatan), banyak pula pembudidaya mengembangkan jenis lain, seperti lele, nila, dan beberapa ikan tawar lain.

    Apapun jenisnya, ikan tetaplah bernilai gizi tinggi. Terlebih saat kondisi pandemi seperti saat ini, masyarakat harus banyak mengkonsumsi makanan yang kaya gizi seperti ikan agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Gizi ikan juga diyakini mampu memutus ancaman stunting atau kondisi gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi bagi generasi mendatang.

    “Meningkatkan konsumsi ikan berarti meningkatkan kecerdasan dan kesehatan masyarakat,” kata Septi.

    Sayang, lanjutnya saat dihubungi dalam kegiatan dinasnya di Banyuasin, ada keterbatasan dari masyarakat pembudidaya di sana. Terutama terkait dengan keterbatasan modal dalam berusaha. Septi yakin, untuk mengembangkan sektor perikanan harus ada kerja sama, baik itu koperasi, pemerintah daerah dan pusat, masyarakat. Kita harus sama-sama mencari solusi, khususnya permodalan,” katanya.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDugaan Menteri Terlibat Bisnis Tes PCR, Partai Ummat Kritis Pedas
    Next Article Transportasi Darat Tetap Wajib Antigen
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.