Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Produk Alternatif Berpotensi Menekan Prevalensi Merokok
    Lifestyle

    Produk Alternatif Berpotensi Menekan Prevalensi Merokok

    August 9, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Produk Alternatif Berpotensi Menekan Prevalensi Merokok 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Produk tembakau alternatif dinilai menyimpan potensi signifikan untuk membantu pemerintah dalam menekan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 69,1 juta jiwa, kata Ketua MAWAS Center Kurniawan Saefullah dalam siaran resmi pada Selasa (9/8), dikutip dari ANTARA.

    Ia menjelaskan, berdasarkan sejumlah hasil riset di dalam dan luar negeri, produk tersebut mampu mengurangi risiko kesehatan jika dibandingkan dengan rokok bakar konvensional sehingga layak dipertimbangkan sebagai pilihan untuk bagi para perokok dewasa yang kesulitan untuk berhenti dari kebiasaannya.

    Kurniawan mengatakan, untuk mengatasi masalah merokok pemerintah perlu mengedepankan strategi berbeda ketimbang hanya menggunakan strategi pengendalian tembakau. Implementasi dari solusi tersebut dapat dimulai dengan mengkaji potensi dari pemanfaatn produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, maupun kantong nikotin.

    “Produk tembakau alternatif adalah salah satu opsi yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengatasi masalah merokok dengan menyediakan akses kepada perokok dewasa untuk beralih,” kata Kurniawan pada Selasa.

    Kurniawan menambahkan produk tembakau alternatif menerapkan konsep pengurangan risiko (harm reduction), dibuktikan dengan sejumlah hasil riset salah satunya dari studi Public Health England yang menunjukkan bahwa produk itu dapat mengurangi risiko kesehatan hingga 90 persen – 95 persen daripada rokok.

    Dengan demikian, perokok dewasa yang sulit berhenti tetap bisa mendapatkan asupan nikotin melalui cara yang lebih rendah risiko dibandingkan dengan terus merokok.

    “Pemerintah tidak perlu ragu lagi untuk mengkaji dan memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif. Untuk saat ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah melakukan kajian lokal, menyebarkan informasi yang akurat dan komprehensif mengenai produk tembakau alternatif dan memperkuatnya dengan regulasi berbasis rist demi terciptanya perbaikan kualitas kesehatan masyarakat dan mampu mengatasi masalah merokok,” kata Kurniawan.

    ​Hal yang sama juga disampaikan para pembicara dalam Global Forum on Nicotine (GFN) dengan tema “Safer Nicotine Product” yang diselenggarakan belum lama ini.

    Karl Fagerstrom, anggota Society for Research on Nicotine and Tobacco, menjelaskan prevalensi merokok di Swedia merupakan yang paling rendah dibandingkan seluruh negara Uni Eropa.

    “Saat ini prevalensi merokok di Swedia kurang dari 5 persen. Bahkan telah melampaui batas prevalensi sebesar 5 persen,” kata Karl.

    Dengan berkurangnya angka perokok tersebut, ternyata turut berkorelasi terhadap penurunan jumlah kasus kanker paru dan penyakit lainnya.

    Mengutip laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012 lalu, Karl mengatakan angka kasus kanker paru di Swedia merupakan yang terendah dibandingkan seluruh anggota Uni Eropa dengan jumlah sebesar 87 per 100 ribu kematian. Angka tersebut pun masih lebih rendah dari rata-rata jumlah minimum yang mencapai 91 per 100 ribu kematian.

    “Produk tembakau alternatif memiliki potensi terbaik untuk pengurangan dampak risiko bagi perokok dewasa yang belum bisa berhenti merokok,” ucap Karl.

    Senada dengan Karl, Direktur Biochromex Rachel Murkett menjelaskan, produk tembakau alternatif telah teruji dapat mengurangi dampak kesehatan terhadap penggunanya dibandingkan dengan rokok.

    “Produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko dapat memainkan peran sentral dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas terkait dengan merokok,” kata Rachel.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSejak Awal Saya Tegaskan Ungkap Kebenaran Apa Adanya
    Next Article Permohonan JC Bharada E, LPSK Datangi Bareskrim
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.