Andalannews.com – Puasa sebelum Idul Adha berapa hari? Simak penjelasan lengkap dari ulama terkait puasa Dzulhijjah hingga Arafah berikut keutamaannya jelang hari raya.
Pertanyaan mengenai ibadah puasa sebelum Idul Adha berapa hari saat ini mendadak ramai dilontarkan masyarakat begitu memasuki bulan Dzulhijjah seperti pada tahun ini.
Pasalnya, banyak umat Islam tak terkecuali di Indonesia ingin menambah amalan ibadah dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 2025. Tapi nggak semua orang tahu detailnya.
Makanya penting untuk paham waktu terbaik berpuasa dan berapa lama sesuai anjuran ulama. Nah, buat yang belum terlalu familiar puasa sebelum Idul Adha biasanya 9 hari.
Dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh termasuk puasa. Puncaknya ada di tanggal 9 yang dikenal sebagai ibadah Puasa Arafah.
Kenapa ibadah ini penting? Karena 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah waktu-waktu yang sangat dimuliakan dalam Islam bahkan keutamaannya bisa sebesar berhaji (bagi yang tidak berhaji).
Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak ibadah. Jadi, kalau kamu sedang mencari momentum buat menebus kekurangan ibadah selama setahun, ini saatnya!
Puasa Dzulhijjah bukan hanya sekadar ritual. Ini adalah kesempatan langka yang datang setahun sekali. Banyak yang bilang, ini seperti Ramadan mini di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan.
Jadi kalau kamu bertanya puasa sebelum Idul Adha berapa hari? jawabannya adalah dijalankan selama 9 hari berturut-turut sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah setelah Kemenag RI memutuskan awal bulan Dzulhijjah.
Tapi jangan khawatir kalau kamu belum sanggup puasa full. Yang paling penting adalah tanggal 9-nya, karena puasa Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun sekaligus.
Sebagai catatan, puasa sebelum Idul Adha adalah amalan yang mulia apabila dikerjakan. Puasa ini dilakukan pada pekan pertama di bulan Dzulhijjah.
Landasan amalan sunnah ini dirujuk dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Hafsah bin Umar bin Khattab RA tentang amalan-amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW.
Dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Ahmad dan An Nasa i)
Puasa Sebelum Idul Adha

Setidaknya ada tiga macam puasa di bulan Dzulhijjah yang dilakukan sebelum Idul Adha, yaitu sebagai berikut:
1. Puasa Dzulhijjah
Puasa ini dilaksanakan pada tanggal pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Disebutkan dalam hadits yang berasal dari Ibnu Umar Ra tentang keutamaan puasa Dzulhijjah.
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Bacaan niat puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):
“Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta ala”
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta ala.
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilakukan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Adapun keutamaan dari puasa Tarwiyah ini tercantum dalam sebuah hadits, berikut ini:
“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).
Bacaan niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
“Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala”
Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta ala.
3. Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Tepat sehari sebelum Idul Adha. Adapun keutamaan puasa Arafah yang datang dalam hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
Bacaan niat puasa Arafah adalah berikut ini:
“Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta ala”
Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta ala.
Selain melaksanakan ibadah puasa sebelum Idul Adha atau Hari Kurban, ada baiknya kita juga melaksanakan amalan-amalan shaleh lainnya seperti berdzikir, sholawat, dan sedekah. Wallahu a lam bishawab.




