Andalannews.com – Ada yang masih bingung bagaimana tips memilih hewan kurban yang sehat untuk Idul Adha 2025? Ternyata memang tidak boleh asal-asalan ketika akan membeli.
Penting untuk diketahui, selain niat yang ikhlas, penting juga memastikan bahwa hewan yang akan dikurbankan baik domba atau sapi benar-benar harus layak secara syariat dan kesehatan.
Tips memilih hewan kurban yang sehat untuk Idul Adha 2025 dihimpun dari berbagai sumber sebenarnya cukup sederhana jika kita sebagai calon pembeli sudah tahu ciri-ciri dasarnya.
Nah, biasanya hewan yang sehat itu akan terlihat dari fisiknya hingga cara makannya. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang rupanya belum terlalu paham bagaimana membedakannya,
Yuk disimak bareng-bareng tips memilih hewan kurban yang sehat untuk Idul Adha 2025 yang kini tinggal hitungan pekan gar ibadah kita nantinya makin berkah dan sesuai syariat agama!.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung turut memberikan cara dan informasi agar masyarakat lebih cermat dalam memilih hewan kurban untuk Idul Adha 2025 nanti.
Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyarankan masyarakat untuk membeli hewan kurban yang telah diperiksa dan memiliki tanda pengenal resmi berupa kalung dan barcode.
“Syarat mudah bagi masyarakat itu adalah melihat kalung yang diberikan petugas. Kalung ini dilengkapi barcode yang menjadi bukti bahwa hewan tersebut sudah diperiksa dan dinyatakan sehat serta layak,” ujar Gin Gin, Senin 19 Mei 2025.
Barcode pada kalung hewan terhubung dengan aplikasi e-Selamat, hasil kerja sama antara DKPP dan Telkom. Aplikasi ini memuat data lengkap hewan kurban, termasuk asal, jenis, foto, dan hasil pemeriksaan kesehatannya.
“Dengan barcode, identitas hewan tercatat secara akurat. Ini meminimalkan risiko pemindahan kalung, seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ungkap Gin Gin.
Lebih lanjut, Gin Gin juga membagikan tips bagi masyarakat yang ada di Ibu Kota Jawa Barat untuk mengenali hewan yang sehat secara kasat mata.
“Secara fisik hewan sehat itu berdiri tegak, berbulu bersih, tidak ada luka, tidak mengeluarkan cairan berlebih, dan punya nafsu makan yang baik. Hewan kurus dan lemah dilarang untuk dijadikan kurban,” papar Gin Gin.
Masyarakat yang saat ini hingga beberapa waktu ke depan menemukan hewan ternak baik domba atau sapi mencurigakan diminta segera melapor ke petugas DKPP atau Satgas yang tersebar di lapangan.
“Pemeriksaan ini penting mengingat hewan kurban merupakan bagian dari ibadah, sehingga aspek kelayakan dan kesehatan tidak bisa diabaikan,” kata Kepala DKPP Kota Bandung menandaskan.
Waspadai Penyakit Hewan

Meskipun telah dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
“Kita antisipasi penyebaran penyakit menular. Walaupun PMK di Bandung sudah bebas, tapi lalu lintas hewan dari luar kota masih membawa potensi risiko,” ujar Gin Gin.
Untuk menghindari masuknya hewan yang terinfeksi, DKPP telah menerbitkan surat edaran tentang pemasukan hewan ke Kota Bandung.
Setiap hewan harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan harus melalui proses pengajuan rekomendasi resmi dari dinas asal.
Gin Gin menyebut, banyak hewan yang masuk ke Bandung berasal dari wilayah Sukabumi, Sumedang, dan Garut. Sebagian besar tetap sehat, namun tidak menutup kemungkinan terdapat penyakit ringan akibat perjalanan.
“Penyakit ringan seperti sakit mata atau stres akibat angin dan udara selama perjalanan sering ditemukan. Untuk itu biasanya kita rawat dengan vitamin. Tapi kalau penyakit berat seperti PMK, antraks, atau zoonosis, kita kembalikan ke daerah asal,” jelasnya.
“Seluruh proses dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat,” katanya menegaskan.
Hewan Kurban Saat Idul Adha 2025 Diprediksi Naik

“Kita berharap tahun ini bisa lebih tinggi. Karena kondisi ekonomi sudah membaik dan semangat masyarakat untuk berkurban lebih besar,” ujar Gin Gin.
Salah satu indikasi meningkatnya kualitas hewan kurban adalah masuknya hewan berbobot besar dari peternak lokal, termasuk seekor sapi dari peternak Fandri yang beratnya mencapai 1,2 ton.
“Itu baru dipastikan kemarin. Sapi ini akan jadi hewan untuk bantuan presiden karena tiap kota hanya dapat satu,” ucap Gin Gin seraya menambahkan jika Idul Adha 2024 lalu jumlah hewan kurban di Bandung mencapai 16.400 ekor
Meski jumlah hewan berpotensi bertambah tahun 2025 ini, Gin Gin memastikan, petugas dari DKPP dan Satgas akan tetap mampu melaksanakan pemeriksaan menyeluruh.
Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk menjamin aspek kesehatan dan syariat.
“Pemeriksaan tidak hanya pada hewan hidup, tapi juga daging, organ dalam, dan tempat pemotongan. Kita pastikan semuanya bersih dan aman,” ujar Gin Gin.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas, DKPP memanfaatkan teknologi seperti barcode dan aplikasi e-Selamat yang mempermudah pencatatan, pengawasan, dan transparansi informasi kepada masyarakat.




