Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Puluhan Babi Mati Mendadak di Karangasem
    Ekonomi

    Puluhan Babi Mati Mendadak di Karangasem

    October 1, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Puluhan Babi Mati Mendadak di Karangasem 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Puluhan Babi Mati Mendadak di Karangasem 2
    Petugas mengecek babi milik peternak. (BP/Istimewa)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Kasus kematian babi secara mendadak kembali terjadi di Karangasem. Terbaru, jumlah babi mati misterius mencapai puluhan ekor di sejumlah kecamatan.

    Salah seorang peternak Babi asal Sidemen, I Gede Eka, mengungkapkan, babi miliknya mati secara mendadak, dengan gejala awal tak mau makan dan kondisi badannya panas. “Sebelum mati, babi sempat kejang-kejang. Saya memelihara dua ekor babi, dan satu ekor sudah mati,” ucapnya, Minggu (1/10).

    Eka mengatakan pihaknya tak tahu secara pasti yang menyebabkan babinya mati mendadak. Pasalnya, kasus ini tidak dialami oleh dirinya saja, namun sejumlah peternak babi juga mengalami hal yang sama. “Tidak saya saja, tapi informasinya babi di di kampung sebelah juga bernasib mati mendadak,” katanya.

    Terkait kasus itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem, Nyoman Siki Ngurah, tak menampik adanya kasus babi warga yang mati secara mendadak tersebut. “Kita sempat mengecek babi warga yang mati itu. Babi mati mungkin karena kepanasan karena cuaca sata ini sangat panas, bukan karena virus,” kata Siki Ngurah.

    Siki mengatakan, kasus kematian babi mendadak ini terjadi dibeberapa daerah. Seperti Sidemen, Manggis, dan Kecamatan Karangasem.

    Atas kondisin itu, pihaknya menghimbau agar peternak babi melakukan bio security kandang, berupa penyemprotan dengan cairan disinfektan ke babi, kandang, dan bagian lainnya guna mencegah penularan penyakit virus ke hewan. Seperti virus Africa Swine Fever (ASF) ke babi.

    “Peternak harus disiplin menerapkan pencegahan dan bio security sehingga babi tak mati mendadak. Bersihkan kandang harus rutin dilakukan setiap minggunya. Kalau ada ternak yang sakit langsung laporkan ke Puskeswan, sehingga ditindaklanjuti. Tiap Kecamatan ada Puskeswan,” tambahnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBMW investasikan dana Rp1.6 triliun untuk uji coba baterai EV
    Next Article Tesla kolaborasi dengan JD.com perluas kehadiran daring di China
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.