Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Nyata di Indonesia
    News

    Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Nyata di Indonesia

    October 25, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Nyata di Indonesia

    Ilustrasi Teroris (Foto: Via Duta Damai)

    Jakarta, Jurnas.com – kan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani, dalam seminar menuju kongres II NasDem dengan tema “Menangkal Radikalisme, Menjaga Indonesia” yang digagas Partai Nasdem, Jakarta, Jumat (25/10).

    Menurutnya, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun lalu. Tidak hanya di institusi pemerintah, kelompok masyarakat yang sudah terpapar juga ada yang dari institusi non pemerintah.

    “Sepuluh tahun tahun terakhir ini mengkonfirmasi, radikalisme tidak hanya muncul di institusi pemerintah. Namun juga di institusi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan. Semua membuktikan ancaman radikalisme ini nyata,” kata Jaleswari.

    Menurutnya, selama 10 tahun terakhir ini alarm adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi. Termasuk ketika Indonesia tengah melakukan pesta demokrasi lima tahunan. Termasuk saat begitu terasa menurunnya kualitas toleransi di Indonesia.

    Karena itulah, di dalam periode kedua pemerintahan Joko Widodo akan memprioritaskan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlandaskan Pancasila. Semua dilakukan agar muncul penguatan Pancasila di tengah masyarakat.

    Baca juga.. :

    • Tim Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Sumatera dan Jawa
    • AS Tegaskan akan Terus Dukung Israel
    • Iran-Jerman Serukan Turki Akhir Perang Terorisme di Suriah

    “Soal radikalisme kita tahu bahwa alarm kita sudah berbunyi. Saat ini pun pembangunan jokowi 5 tahun kedepan adalah SDM yang berlandaskan Pancasila,” ujarnya.

    Mantan Asops Panglima TNI, Mayor Jenderal (purn) Supiadin Aries Saputra, menjelaskan, gerakan radikalisme sudah ada sejak lama di Indonesia. Dirinya pun mencontohkan bagaimana ketika ada pemberontakan DI TII maupun NII pada masa awal kemerdekaan.

    “Tadinya gerakan radikalisme adalah gerakan tradisional. Namun dengan berkembangnya media sosial, maka gerakan radikal juga ikut berkembang,” kata Anggota DPR RI Periode 2014-2019 itu.

    Menurutnya, sampai dengan saat ini ada sekitar 120 juta pengguna sosial di Indonesia. Dari jumlah itu, sebagian besar atau mayoritas datang dari kaum milenial.

    “Media sosial menjadi media untuk kelompok radikal untuk menghancurkan moral generasi milenial. Kita kenal dengan asimetrik warfare, perang anomali, ujung tombaknya proxy war, yakni perang yang tidak menggunakan angkatan perang,” ucapnya.

    Dirinya mengingatkan, yang paling mungkin menghancurkan bangsa Indonesia justru adalah bangsanya sendiri. Kalau dilihat dari indeks pengukuran ketahanan nasional laboratorium Lembaga Ketahanan Nasional diketahui, di bidang ideologi dan sosial budaya nilai atau indeks berada di posisi 2, atau tidak tangguh.

    “Yang nilainya tidak tangguh yakni indeks 2 adalah di bidang ideologi. Di bidang sosial budaya juga rendah. Tingkat pendidikan rendah dan ini yang menyebabkan mudahnya penyebaran informasi menyesatkan di Medsos,” ungkapnya.

    Kedepan, sedikitnya ada dua hal yang secara konseptual bisa dilakukan. Pertama melalui kontra radikalisme dan kedua melalui deradikalisasi. Deradikalisasi adalah konsep yang diperuntukkan bagi mereka yang sudah terpapar. Di sisi lain, kontra radikalisasi bisa dimaksimalkan bagi mereka yang belum terpapar.

    TAGS : Faham Radikalisme Munas NasDem Teroris

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/61511/Radikalisme-Masih-Menjadi-Ancaman-Nyata-di-Indonesia/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTiga Hari Nge-camp, 200 Amil Lazismu Pulang Berbekal Ilmu dan Semangat Baru
    Next Article Puan: Menteri dan Wakil Menteri Kompak, Masalah Selesai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.