Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri untuk Pertama Kalinya Sejak 1918
    Ekonomi

    Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri untuk Pertama Kalinya Sejak 1918

    June 27, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri untuk Pertama Kalinya Sejak 1918 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Rusia gagal membayar utang negara dalam mata uang asing untuk pertama kalinya dalam satu abad. Default ini menjadi puncak dari sanksi Barat yang semakin keras, yang menutup rute pembayaran ke kreditur luar negeri.

    Selama berbulan-bulan, Rusia menemukan celah dalam menghadapi sanksi yang dijatuhkan setelah invasi Kremlin ke Ukraina. Namun, negara itu melewatkan pembayaran bunga utang USD 100 juta dalam masa tenggang yang berakhir Minggu (26/6), setelah jatuh tempo 27 Mei.

    Kegagalan pembayaran ULN ini secara mengejutkan menempatkan Rusia sebagai orang ‘buangan’ secara ekonomi dan politik. Eurobonds negara telah diperdagangkan pada tingkat tertekan sejak awal Maret, cadangan devisa bank sentral tetap beku, dan bank-bank terbesar terputus dari sistem keuangan global.

    Hassan Malik, analis senior di Loomis Sayles & Company LP, menyebut Rusia menolak status default dan mengatakan memiliki dana untuk menutupi tagihan apapun. Sayangnya, mereka dipaksa untuk ‘tidak bisa membayar’, karena akses pembayaran ke kreditur global dibatasi, dan menyebut kondisi ini sebagai ulah Barat.

    “Ini adalah hal yang sangat, sangat langka, di mana pemerintah yang sebaliknya memiliki sarana dipaksa oleh pemerintah eksternal menjadi default,” kata Hassan Malik, dikutip dari Bloomberg, Senin (27/6). “Ini akan menjadi salah satu default DAS besar dalam sejarah.”

    Dengan berlalunya tenggat waktu terakhir, fokus beralih ke apa yang dilakukan investor selanjutnya. Mereka tidak perlu segera bertindak, dan mungkin memilih untuk memantau kemajuan perang dengan harapan sanksi pada akhirnya akan dilunakkan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSebelum Marshanda Hilang, Ben Kasyafani Sempat Khawatir
    Next Article Kasus Aktif Covid-19 Harian Turun 201 Orang, Angka Kematian Naik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.