Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sukahaji Memanas Lagi? Ini Pemicu Bentrok yang Jadi Sorotan Publik
    News

    Sukahaji Memanas Lagi? Ini Pemicu Bentrok yang Jadi Sorotan Publik

    December 3, 2025Updated:December 3, 2025No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sukahaji Memanas Lagi (Tangkapan Layar Video Viral)
    Sukahaji Memanas Lagi (Tangkapan Layar Video Viral)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Andalannews.com – Ketegangan kembali mencuat di Kota Bandung seiring adanya kabar Sukahaji memanas. Informasi ini pun ramai dibicarakan di media sosial.

    Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lingkungan padat penduduk itu tiba-tiba menjadi sorotan karena bentrokan antar dua kelompok massa yang berkaitan dengan sengketa lahan.

    Banyak warga yang mengaku terkejut, karena suasana yang awalnya tenang berubah menjadi mencekam hanya dalam hitungan menit.

    Fenomena Sukahaji memanas ini sebenarnya bukan terjadi begitu saja. Ada sejarah panjang dan dinamika yang membuat situasi di kawasan tersebut mudah sekali tersulut.

    Mulai dari klaim kepemilikan tanah, aktivitas pemagaran, hingga dugaan intimidasi, semuanya menjadi rangkaian peristiwa yang semakin memperkeruh suasana.

    Tidak heran jika publik kembali menaruh perhatian besar, bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi dan siapa yang paling terdampak.

    Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian itu, warga sekitar menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

    Banyak yang mulai merasa was-was, takut keluar rumah, hingga khawatir konflik akan kembali pecah sewaktu-waktu.

    Situasi inilah yang membuat isu Sukahaji memanas semakin viral dan memancing reaksi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota hingga pegiat sosial.

    Sebagai informasi, pada Rabu, 3 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi bentrokan di kawasan sengketa lahan di Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

    Bentrokan ini melibatkan dua kelompok: satu pihak mengklaim sebagai pemilik lahan, sedangkan pihak lain adalah warga yang selama ini menduduki dan menempati lahan tersebut. detikcom+1

    Berita Terkait  Siap-siap! Bandung Gaming Day Akan Digelar Akhir Januari 2025

    Kericuhan sempat berlangsung cukup intens: ada dorong-dorongan, pelemparan benda keras, dan bahkan terdengar bunyi seperti petasan.

    Kerusuhan ini tidak hanya sebatas adu mulut laporan dari warga menyebutkan ada kekerasan fisik, bahkan terhadap wanita, serta intimidasi oleh sekelompok orang yang disebut sebagai ormas bayaran.

    Warga dan saksi menyebut bahwa rasa ketegangan sudah terasa lama, seiring dengan munculnya klaim kepemilikan lahan oleh pihak yang memiliki sertifikat hak milik.

    Sengketa ini diklaim melibatkan lahan seluas sekitar 7,5 hektare di area tersebut. Warga yang telah lama menempati lahan merasa hak mereka terancam, sementara pihak pengklaim menyatakan secara hukum memiliki SHM.

    Sejarah Konflik

    Ternyata, bentrokan ini bukan peristiwa tunggal. Tahun 2025 sudah beberapa kali Sukahaji bergolak.

    Pada Rabu, 9 April 2025 malam, terjadi kebakaran besar di kawasan Jalan Terusan Pasir Koja, Gang Satata Sariksa dalam area sengketa yang menghanguskan puluhan kios dan rumah tinggal. Diperkirakan sekitar 45 kios dan 3 rumah ludes terbakar.

    Warga menduga kebakaran itu bukan kebetulan. Banyak yang menduga sengketa dan upaya penggusuran paksa bukan sekadar soal batas lahan, tapi sudah menyentuh ranah keselamatan dan keberlangsungan hidup warga.

    Setelah kebakaran, muncul ketidakpastian: di mana mereka akan tinggal, dan bagaimana mengganti kehidupan yang terdampak?

    Aksi pemagaran dan rencana pembongkaran oleh pihak pengklaim lahan sempat ditentang warga. Ketegangan makin memuncak ketika langkah hukum belum menemui titik terang.

    Berita Terkait  Siap-siap! Bandung Gaming Day Akan Digelar Akhir Januari 2025

    Sejumlah warga bahkan melaporkan intimidasi, kekerasan, dan tindakan kasar yang dialami, termasuk terhadap perempuan menunjukkan bahwa konflik ini sudah melebar ke aspek kemanusiaan, bukan hanya sengketa administratif.

    Respons Pemkot Bandung

    Menanggapi bentrokan terbaru, Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung langsung buka suara. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri, tidak menggunakan kekerasan, dan menyerahkan penyelesaian melalui jalur hukum.

    Menurut Farhan, konflik dengan kekerasan hanya akan membawa masalah baru.

    Pemerintah Kota, bersama aparat keamanan, pun diperintahkan untuk memantau situasi agar tidak melebar, serta memastikan keamanan warga apalagi bagi keluarga dan anak-anak yang tinggal di sekitar.

    Farhan juga menekankan bahwa pemagaran atau pemaksaan pengosongan lahan tanpa keputusan hukum yang sah tidak diperbolehkan.

    Sementara itu, aparat kepolisian dikabarkan sudah menerima laporan korban bentrokan dan mulai mendalami kasus termasuk penyelidikan soal kebakaran, dugaan intimidasi, dan bentrokan fisik.

    Penetapan tersangka, identifikasi pelaku, serta penyelidikan lengkap diharapkan bisa memberi kejelasan dan rasa keadilan bagi warga terdampak.

    Dampak Sosial

    Akibat bentrokan dan kebakaran, banyak warga Sukahaji yang kini hidup dalam ketidakpastian. Mulai dari kehilangan rumah, kios, sumber penghasilan, dan rasa aman. Beberapa melaporkan trauma, apalagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

    Orang tua, ibu-ibu, dan anak-anak menjadi sorotan khusus karena peristiwa kekerasan dilaporkan terjadi terhadap mereka. Banyak warga merasa khawatir jika konflik terus berulang, tidak hanya soal fisik, tapi juga psikologis dan sosial.

    Berita Terkait  Siap-siap! Bandung Gaming Day Akan Digelar Akhir Januari 2025

    Situasi ini tak hanya menyayat hati, tapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Warga yang sebelumnya hidup damai terpaksa menghadapi suasana tegang, was-was, dan sulit mempercayai tetangga maupun pihak-pihak yang terlibat konflik.

    Ini bisa merusak tatanan sosial dan rasa kebersamaan apalagi kalau penyelesaian hukum lama bergulir. Ada beberapa faktor utama yang membuat konflik di Sukahaji sulit reda dan mudah memanas. Di antaranya:

    • Klaim sertifikat vs okupasi lama: Ada pihak yang memiliki sertifikat tanah resmi, sementara warga lama mengklaim sudah menempati dan menggarap lahan sejak lama benturan kronologi ini memicu sengketa.

    • Pemagaran dan upaya pengosongan paksa: Ketika pemilik mengklaim haknya dengan memasang pagar atau alat berat, warga yang berdiam di lahan merasa terancam ini memicu perlawanan, bahkan perlawanan keras.

    • Tindakan kekerasan dan intimidasi: Dugaan ormas atau pihak tak dikenal melakukan intimidasi, pemukulan, melempar batu. Tindakan seperti ini menyulut kemarahan warga dan memancing bentrokan fisik.

    • Bencana kebakaran sebagai pemantik ketegangan: Kebakaran yang menghanguskan kios dan rumah membuat hidup warga seketika rapuh. Trauma dan keresahan besar muncul, terutama ketika penyebab kebakaran belum jelas.

    Karena faktor-faktor ini saling berkaitan, bukan hal aneh jika konflik mudah meledak konflik lahan, ketidakjelasan hukum, rasa takut kehilangan tanah, tekanan psikologis, dan kemarahan warga.

    Bentrok Sukahaji Kota Bandung Sengketa Lahan Sukahaji Memanas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleiPhone 13 Second Harga Berapa Sih? Ini Kisarannya
    Next Article PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Dibuka 3.003 Formasi, Ini Cara Daftarnya
    Dila Nashear
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram
    • LinkedIn

    Mulai berkarir menjadi Jurnalis profesional di media cetak hingga online sejak tahun 2012 hingga sekarang.

    Related Posts

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports
    • X Down Hari Ini Jadi Sorotan, Pengguna Tak Bisa Login dan Refresh Timeline
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.