Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Temani Proses Bermain Anak secara Utuh
    Lifestyle

    Temani Proses Bermain Anak secara Utuh

    September 12, 2022No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Temani Proses Bermain Anak secara Utuh 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Momen bersama buah hati memang sayang untuk dilewatkan. Namun, hal itu bukan alasan untuk sibuk mendokumentasikan setiap kegiatan anak. Apalagi saat si kecil bermain. Jangan hanya menemani, luangkan waktu untuk melibatkan diri secara penuh. Anak akan merasa dicintai dan ikatan yang terjalin semakin erat.

    —

    BERMAIN memang dunia anak-anak. Mereka akan tetap bermain sekalipun sendirian. Terkadang membiarkan anak asyik dengan kesibukannya juga diperlukan untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Meski demikian, peran orang tua dalam mendampingi dan terlibat langsung sangatlah penting.

    ”Orang tua sebaiknya mendampingi anak saat bermain meskipun tidak harus benar-benar ada di samping anak setiap waktu,” ungkap Qurrota A’yuni Fitriana MPsi Psikolog.

    Mendampingi saja tidak cukup. Ortu perlu mencurahkan seluruh perhatiannya. Anak akan merasa dihargai, dicintai, dan diterima sepenuhnya ketika ortu mau bermain dengannya.

    ”Luangkan waktu beberapa menit untuk benar-benar mendengarkan, menatap mata anak, dan memberikan sentuhan fisik yang bisa membuat anak nyaman berinteraksi dengan orang tuanya,” tuturnya.

    Jika hal itu kurang didapatkan, lanjut dia, anak akan merasa tidak dihargai. Muncul perasaan ditolak sehingga memicu rasa marah, menangis, dan perilaku-perilaku lain sebagai bentuk emosi yang dirasakannya.

    ”Orang tua yang menemani anak bermain tapi lebih sibuk dengan aktivitasnya seperti merekam itu kan ada dua hal yang dilakukan. Jadi, perlu disadari bahwa aktivitas utama yang dilakukan adalah bermain. Ortu perlu fokus ke salah satunya,” imbuh Qurrota A’yuni.

    Dosen psikologi Universitas Negeri Surabaya itu menyebut bermain memiliki banyak manfaat bagi anak. Mulai melatih kemampuan fisik, sosial, daya pikir, hingga membangun bonding antara orang tua dan anak.

    Orang tua yang terlibat aktif dalam proses bermain dengan anak dapat menciptakan memori yang bisa diingat anak hingga dewasa. Pengalaman positif tersebut bisa berdampak pada perkembangan anak di masa mendatang.

    ’’Permainan yang dilakukan bisa sangat beragam, perlu dicoba mana yang disukai dan kurang disukai anak sehingga dia bisa mengeksplorasi dunia yang ada di sekitarnya dengan pendampingan ortu,” jelasnya.

    Ortu bisa mencoba bermain peran untuk masuk ke dunia anak yang penuh imajinasi. Mereka akan senang jika ada sosok yang relate dengan realitas yang mereka hadapi. Bercerita atau storytelling juga bisa jadi alternatif. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman dengan keberadaan orang tua yang bisa memahami dunianya.

    ”Misal, mereka senang dengan fairytale. Maka, dia membayangkan ada sosok putri dan pangeran. Orang tua bisa bermain peran menjadi sosok-sosok yang ada di dalam fairytale tersebut. Atau, storytelling dengan menirukan suara dan mimik muka sesuai tokoh di dalamnya,” imbuhnya.

    Sebagai seorang ibu, Asti Lukita paham betul seberapa besar perannya bagi tumbuh kembang putra kembarnya. Semua yang berkaitan dengan si kecil dia handle sendiri sejak lahir. Termasuk menemani mereka bermain. Jika sedang bekerja, dia akan bergantian tugas dengan suami untuk mendampingi sang buah hati.

    ”Hampir 24 jam saya bersama anak. Untuk melibatkan diri bermain bersama, saya selalu ada di setiap kegiatan mereka. Kebetulan saya juga bukan content addict yang apa-apa direkam dan di-upload. Kalau mau merekam, saya tipe yang sekali rekam. Jadi, tidak memakan waktu banyak,” ungkap presenter Jawa Pos TV itu.

    Terbiasa menghabiskan waktu bersama membuat Asti dan kedua anak kembarnya kompak. Mereka biasanya memainkan permainan yang sama seperti basket, sepak bola, dan storytelling. Saat quality time bersama pun seluruh perhatian terfokus pada dua jagoannya.

    ”Menjelang tidur, biasanya saya, anak-anak, dan papanya selalu berkumpul bersama satu kamar. No gadget. Kita main dan menemani anak-anak sampai tertidur,” lanjutnya.

    DO’S AND DON’TS SAAT MAIN BARENG SI KECIL

    DO’S

    – Berikan perhatian penuh

    – Respons anak dengan sepenuh hati

    – Hindari distraksi

    – Ajak anak berpikir kreatif dan menyampaikan pendapatnya

    – Gunakan permainan yang aman sesuai usia anak

    DON’TS

    – Melakukan kegiatan multitasking

    – Fokus merekam kegiatan anak

    – Mengabaikan anak

    – Memberikan waktu tanpa batasan sehingga anak lupa dengan kegiatan yang lain

    – Menolak terlibat dalam permainan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus Aktif Covid-19 Turun 799 Pasien, Angka Sembuh Bertambah 2.725
    Next Article Dari Sejumlah Mahasiswa Kedokteran Unud Dievakuasi hingga Aktivitas Subduksi Zona Megathrust Guncang Mentawai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.