Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Terduga Teroris di Mabes Polri Tak Peduli Senjata, Hanya Cari Mati
    News

    Terduga Teroris di Mabes Polri Tak Peduli Senjata, Hanya Cari Mati

    April 1, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Terduga Teroris di Mabes Polri Tak Peduli Senjata, Hanya Cari Mati 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pelaku penyerangan teror ke Markas Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) kemarin, diduga membawa senjata angin mirip airgun. Tetapi terduga pelaku terorisme berinisial ZA itu akhirnya dilumpuhkan oleh aparat.

    Pengamat terorisme Ridlwan Habib menyampaikan, pelaku terorisme penyerang Mabes Polri diduga mempunyai motivasi untuk mencari kematian. Meski membawa senjata, hal itu tidak terlalu diutamakan, karena tujuannya ingin mati dengan “mulia”.

    ’’Ideologi yang mencari kematian, jadi buat dia tidak penting ini adalah senjata asli, senjata rakitan, ada korban atau tidak, karena yang dia cari itu apa? Dia cari mati. Jadi memang pemahaman mereka memang seperti itu,’’ kata Ridlwan dihubungi JawaPos.com, Kamis (1/4).

    Pelaku teror penyerang Mabes Polri yang berinisial ZA itu berideologi ISIS. Ridlwan menyebut, penyerang Mabes Polri yang berideologi ISIS itu mempunyai motivasi untuk mati syahid, ideologi tersebut dinilai menyesatkan. ’’Motivasi mereka kan memang mencari kematian yang mulia, ini ideologi sesat, ideologi sesat mereka seperti itu. Jadi bagi kelompok-kelompok seperti ini meledakkan di gereja, menyerang polisi itu adalah sesuatu yang mulia,’’ ujar mantan wartawan Jawa Pos itu.

    Terkait masifnya pelaku teror yang dilakukan oleh kelompok perempuan, sambung Ridlwan, mereka yang masuk ke dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) simpatisan ISIS, menganggap perempuan dan laki-laki sama. Dia memandang, perempuan dan laki-laki di jaringan JAD sama-sama sebagai pejuang teror.

    ’’Jadi bagi mereka sama saja, sama-sama sebagai pejuang, sama-sama sebagai warior. Jadi ini lah bedanya terorisme di era JI (Jamaah Islamiah), kalau di era JI, bom Bali satu misalnya itu mereka melarang keras perempuan untuk ikut, perempuan dan anak-anak. Tetapi yang sekarang (JAD) dibolehkan, bahkan dinilai sama, antara laki-laki dan perempuan itu derajatnya sama,’’ urai pria asal DI Jogjakarta itu.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Muhammad Ridwan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDua Faktor Ini Picu Antam Naik Rp 10.000 Per Gram
    Next Article Diminta Komentar Soal Anaknya, Hanya Ini Kalimat Ayah Terduga Teroris
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.