Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Wisatawan Ramai, “Driver” Nusa Penida Tak Lagi Jualan Nasi Jinggo
    Ekonomi

    Wisatawan Ramai, “Driver” Nusa Penida Tak Lagi Jualan Nasi Jinggo

    May 7, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Wisatawan Ramai, "Driver" Nusa Penida Tak Lagi Jualan Nasi Jinggo 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Wisatawan Ramai, "Driver" Nusa Penida Tak Lagi Jualan Nasi Jinggo 2
    Gede Mahardika saat mengantar wisatawan berlibur ke destinasi wisata Kelingking Cliff. (BP/Istimewa)

    SEMARAPURA, BALIPOST.com – Lapak Nasi Jinggo Gede Mahardika kini tak terlihat lagi. Usaha jualan nasi jinggonya tutup.

    Sejak ramainya kedatangan wisatawan ke Nusa Penida, dia kembali menjalani profesi lamanya sebagai driver. Setiap hari job-nya full.

    Ia mulai bersemangat menatap kehidupan yang lebih baik, setelah sempat terpuruk akibat pandemi. Sebagai seorang driver, wisatawan adalah denyut nadi kehidupannya. Harapannya kembali tumbuh, setelah membludaknya kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara sejak libur lebaran ke Nusa Penida.

    Setiap hari ayah dari Putu Yurita Maharani ini pun antusias menerobos jalanan berdebu dan kemacetan panjang, untuk antar jemput wisatawan dari pelabuhan menuju destinasi tujuan wisata maupun untuk tujuan sembahyang ke beberapa pura besar di Nusa Penida. “Lebih dari dua tahun situasinya terpuruk sekali. Makan susah, belum lagi dikejar-kejar cicilan bank. Jualan nasi jinggo hasilnya juga tak seberapa. Hanya bisa untuk bertahan hidup,” terang driver asal Banjar Mentigi, Desa Adat Dalem Setra Batununggul ini, Jumat (6/5).

    Sewaktu pariwisata Nusa Penida sedang berkembang, Mahardika saat itu membuat usaha Tourist Information di Pelabuhan Sampalan. Karena waktu itu, hal ini belum ada dan berpeluang digarap menjelang high season kunjungan wisatawan, pada Juni-September 2019.

    Tetapi, pandemi COVID-19 membuyarkan harapannya. Pembayaran cicilan bank macet.

    Mahardika sangat bersyukur saat ini kunjungan wisatawan sudah ramai lagi. Setiap hari Mahardika bisa menjadi driver pada 5-6 unit kendaraan.

    Pendapatannya bisa mencapai Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu per hari. Bahkan, saking penuhnya job sebagai sopir, dia bisa mengalihkan order kepada rekan lainnya.

    Para driver dan pelaku pariwisata lainnya terhimpun dalam suatu komunitas, Himpunan Penggiat Pariwisata Nusa Penida (HPPNP) dan intens berkomunikasi dalam grup WhatsApp. “Sekarang ini nyari driver susah. Makanya banyak juga wisatawan tak bisa terangkut. Selain itu juga karena akomodasi mobilnya jauh berkurang dari sebelumnya. Karena pelaku pariwisata sudah menjualnya saat pariwisata terpuruk akibat pandemi. Sekarang, mobil carry, pick up, sampai truk yang biasa dipakai angkut sapi, juga terpakai mengangkut pengunjung. Khususnya untuk mengangkut pengunjung yang hendak sembahyang,” tegasnya.

    Suami dari Wayan Yuniari ini mengaku sangat bersyukur dengan situasi sekarang. Setidaknya harapan untuk hidup lebih baik terbuka lagi, dan melunasi semua hutang di bank.

    Mahardika berharap masa-masa getir karena pandemi ini segera berakhir. Tidak ada lagi arus informasi perihal kemunculan COVID varian baru. Karena informasi seperti itu sangat mengganggu iklim pariwisata Bali, khususnya Nusa Penida.

    Puncak kunjungan wisatawan diperkirakan masih tinggi hingga akhir pekan ini. Ketua HPPNP I Putu Gede Sukawidana, Jumat (6/5) menambahkan situasinya tidak lagi krodit seperti saat awal membludaknya kunjungan wisatawan 1-2 Mei lalu.

    Titik kemacetan hanya sesekali terjadi di sekitar pelabuhan. Destinasi yang popular sasaran wisatawan saat ini, untuk west trip ada Paluang Cliff, Kelingking Cliff, Angel’s Billabong, Broken Beach dan Crystal Bay. Sementara untuk east trip ada Atuh Beach, Diamond Beach, Molenteng Tree House dan Telletubbies Hills. (Bagiarta/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKredit Kecil dan Menengah BRI Bertumbuh, Dorong Ekonomi Lebih Bergairah
    Next Article PMK 27/2022 Terbit, Celah Bagi Pengusaha Bali Bangkit
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.