Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Krisis Iklim Ancam Produksi Beras, Perlukah Mitigasi Pertanian?
    News

    Krisis Iklim Ancam Produksi Beras, Perlukah Mitigasi Pertanian?

    January 20, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Krisis Iklim Ancam Produksi Beras, Perlukah Mitigasi Pertanian? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com- Jakarta, Sejumlah kajian menyebutkan krisis iklim sudah di depan mata. Sektor yang paling rentan terdampak krisis iklim adalah pertanian. Sayangnya upaya mitigasi dampak krisis iklim di sektor pertanian masih rendah.

    Sorotan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rina Sa’adah. Menurut dia, dampak krisis iklim pada sektor pertanian bisa sangat berat. Mulai dari ancaman penurunan produktivitas beras hingga kedaulatan pangan bangsa Indonesia secara umum. Dia mengatakan krisis iklim menjadi momok pertanian global. Karena mengubah produksi dan sistem pangan.

    Rina menegaskan langkah mitigasi dan penanganan dampak krisis iklim pada pertanian relatif rendah. Atau kalaupun ada belum dijalankan secara merata. “Misalnya ketika La Nina terjadi, sawah yang siap panen terdampak banjir, atau gabah yang dihasilkan memiliki kadar air yang tinggi sehingga berdampak pada harga jual,” terangnya kepada wartawan Jumat (20/1).

    Sebaliknya ketika El Nino menerjang, petani gagal panen dikarenakan sawah tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Kondisi ini terutama saat musim tanam kedua.

    Dengan demikian, lanjut Rina, tantangan peningkatan produksi pangan beras akan menemukan tantangan baru. Dia mengatakan krisis iklim telah terbukti berdampak pada produksi. Ini bisa terlihat dalam laporan bahwa kenaikan muka air laut terbukti mempengaruhi dengan berkurangnya 3,5 juta ton produksi beras. “Angka ini setara dengan pemenuhan beras untuk 17,7 juta orang,” tuturnya.

    Masalah lainnya adalah inkonsitensi kebijakan. Kemudian kurangnya kemauan politik dan dukungan dari kementrian atau lembaga terkait. Selai itu ada kesulitan meyakinkan pembuat kebijakan karena mereka menganggap pertanian cerdas iklim bukan masalah politik. “Menurut hemat saya, ada beragam faktor yang membuat perubahan iklim dalam kausalitasnya dengan pertanian di Indonesia,” urainya. Mulai dari arus utama kebijakan pembangunan pertanian, yang belum sepenuhnya mempromosikan pertanian cerdas iklim sebagai paket kebijakan strategis nasional.

    Dalam diskusi publik bertajuk, Krisis Iklim Mengancam Produksi Beras dan Kedaulatan Pangan Indonesia, yang digelar DPP Pemuda Tani HKTI bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Cerah, Rina mengatakan kesadaran petani juga perlu dibangun. Khususnya kesadaran untuk menanam varietas tanaman yang berbeda dalam satu hamparan.

    Menurut Rina kesadaran tersebut masih rendah. Petani masih dominan menggunakan skema monokultur. Lalu konservasi tanah dan air juga masih rendah. Padahal salah satu strategi adaptasi mengurangi dampak variabilitas iklim adalah dengan mengurangi pertanian monokultur. Selain itu dengan penggunaan varietas yang toleran pada kekeringan, rendaman, dan pemanfaatan varietas unggul rendah emisi. (*)

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Hilmi Setiawan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAS Berikan Tambahan Bantuan Militer Kepada Ukrania
    Next Article Resep ‘Spring Rolls’ Untuk Hidangan Imlek
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.