Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Beras Sumbang Inflasi September, Mendag Minta Gelar Operasi Pasar
    Ekonomi

    Beras Sumbang Inflasi September, Mendag Minta Gelar Operasi Pasar

    October 3, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Beras Sumbang Inflasi September, Mendag Minta Gelar Operasi Pasar 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan salah satu penyumbang utama inflasi pada September 2022 adalah komoditas beras. Komoditas ini tercatat mengalami inflasi sebesar 2,56 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dengan andil pada inflasi sebesar 0,08 persen.

    Terkait itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pihaknya menjamin stabilitas harga beras nasional tetap terjaga dengan penerapan langkah strategis seperti operasi pasar dan penyerapan gabah petani. Ia juga mengatakan, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sehingga harga beras dapat terkendali, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

    “Diharapkan operasi pasar dilakukan serempak di seluruh tanah air, terutama di daerah yang mengalami kenaikan signifikan agar harga terkendali,” kata Mendag dalam keterangan tertulis, Senin (3/10).

    Ia menjelaskan, beras memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Oleh sebab itu, untuk menghadapi berbagai kemungkinan, pemerintah terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

    “Beras pengaruhnya terhadap inflasi tinggi sekali. Oleh karena itu, Pemerintah terus mengecek stok di pasar, salah satunya Pasar Induk Beras Cipinang. Memang kenyataannya, Agustus—September harga beras naik. Salah satunya disebabkan kenaikan harga gabah,” jelasnya.

    Selain menerapkan langkah strategis, guna mengendalikan inflasi, Mendag Zulhas berharap pemda merespons dengan cepat gejolak harga barang kebutuhan pokok. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk terus memantau harga barang kebutuhan pokok, seperti beras.

    “Berapapun gejolak harga yang terjadi di pasar, pemerintah daerah diharapkan tetap menjaga sesuai
    harga standar. Misalnya dengan subsidi harga sehingga harga tidak bergejolak,” imbuh Mendag Zulkifli
    Hasan.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo menyatakan bahwa kenaikan harga beras tidak bisa dihindari. Untuk itu, pemerintah, melalui Bulog akan mendukung pasar dengan menyerap beras sesuai dengan harga yang telah ditentukan Pemerintah.

    Arif menyebut, stok Bulog hari ini sekitar 800 ribu ton dan Pemerintah akan menyerap beras hingga 1,2 juta ton.

    “Jadi berapapun yang diminta pasar seperti Cipinang, akan dipenuhi. Bapanas beserta pemangku kepentingan terkait selalu memperhatikan stok beras dan barang penting lainnya karena inflasi dari volatile food ini yang masih bisa kita kendalikan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, BPS mencatat beras sebagai salah satu penyumbang inflasi disebabkan adanya peningkatan ongkos angkut imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan upah harian kuli panggul.

    “Jadi, ini lebih disebabkan karena meningkatnya transportasi. Jadi harga beras di provinsi sentra produksi saat didistribusikan mengalami kenaikan gara-gara kenaikan ongkos angkut tersebut,” kata Margo dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/10).

    Kendati demikian, secara keseluruhan, penyumbang utama inflasi pada September 2022 adalah peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diputuskan pada awal September 2022. Peningkatan harga BBM ini membuat tarif angkutan dalam kota, tarif angkutan antarkota, juga tarif kendaraan online meroket.

    Sementara beras, meskipun ikut serta menyumbang inflasi tetapi nilainya tercatat tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan Agustus 2022. Pada Agustus, inflasi beras tercatat 1,13 persen secara tahunan.

    Hal ini disebabkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau pada September 2022 tercatat memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen.

    Editor : Bintang Pradewo

    Reporter : R. Nurul Fitriana Putri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePDIP Belum Deklarasikan Capres, Pengamat Sebut Alasannya
    Next Article Daya Beli Masyarakat Menurun, APPSI Minta Pemerintah Stabilkan Harga
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.