Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Butuh Investasi Besar, IPO Bisa Jadi Opsi Pendanaan Pengembangan EBT
    Ekonomi

    Butuh Investasi Besar, IPO Bisa Jadi Opsi Pendanaan Pengembangan EBT

    January 13, 2022Updated:January 27, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Butuh Investasi Besar, IPO Bisa Jadi Opsi Pendanaan Pengembangan EBT 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Indonesia tengah berupaya meningkatkan penggunaan sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah pun telah memiliki peta jalan transisi energi yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional. Ditargetkan bauran energi lewat pengembangan EBT mencapai 23 persen pada 2025 dan mencapai 31 persen pada 2020.

    Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, salah satu yang paling mudah dikembangkan adalah penggunaan geothermal. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat mengoptimalkan geothermal di kawasan yang dikelola sendiri. Saat ini, baru 9 persen wilayah geothermal yang berproduksi dengan kapasitas 1.900 mega watt (MW).

    Untuk memaksimalkan potensi pengembangan Geothermal, lanjut Pahala, Kementerian BUMN menyiapkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering/IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    “Insya Allah, PGE ini targetnya di semester I-2022 ini. Targetnya di registrasi di Maret, IPO kemudian di bulan Juni mungkin,” ujar Pahala terkait pemanfaatan EBT di Jakarta.

    Selain memaksimalkan pembangkit listrik yang sudah ada, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu juga dapat menghasilkan produk hijau, seperti hidrogen hijau dan amonia hijau. Penggunaan EBT akan dapat meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional. Disini informasi Jasa Konsultan Pendanaan.

    Peningkatan penggunaan geothermal juga untuk menekan impor BBM nasional. Sebab, saat ini, konsumsi BBM Indonesia sekitar 1,2 juta barel per hari. Kebutuhan BBM tersebut sebanyak 40% dipasok dari impor.

    Karenanya, untuk menghadirkan energi bersih dalam rangka terciptanya kemandirian energi nasional, dibutuhkan sumber energi lokal terutama EBT seperti geothermal.

    Editor : Mohamad Nur Asikin


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBahas Kesejahteraan, Kadin Gelar Pertemuan dengan Para Buruh
    Next Article Program Mobil Rakyat akan berdampak positif bagi pasar otomotif 2022
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.