Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Duh! Daya Saing Inovasi RI Peringkat 85 dari 131 Negara
    Ekonomi

    Duh! Daya Saing Inovasi RI Peringkat 85 dari 131 Negara

    October 5, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Duh! Daya Saing Inovasi RI Peringkat 85 dari 131 Negara 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta para pelaku industri memperkuat sektor manufaktur nasional lewat inovasi. Tentunya melalui riset dan pengembangan (risbang). Sebab, indeks daya saing inovasi Indonesia masih berada di peringkat ke-85 dari 131 negara.

    “Di samping faktor pendidikan, research and development masih menjadi penghambat kita untuk menjadi negara yang inovatif,” beber Bambang dalam webinar Achieving Intelligent Manufacturing with Industrial pada Sabtu malam (3/10).

    Menurut dia, kunci keberhasilan transformasi digital industri manufaktur di Indonesia adalah sumber daya manusia.

    Berdasar penelitian Brookings Institution di Amerika Serikat (AS), area yang paling rentan terhadap resesi ekonomi adalah yang bergantung pada industri minyak, gas, dan pariwisata. Sementara itu, kota yang paling aman dari resesi adalah yang bergantung pada industri manufaktur dan agrikultur.

    Di Indonesia, sektor manufaktur drop sejak Maret. Sebab, daya beli konsumen merosot tajam. Kondisi itu semakin diperparah beban pemasukan impor. Karena itu, menurut Bambang, manufaktur perlu ditingkatkan secara signifikan dari sisi daya saing.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menyatakan bahwa PMI turun akibat pelaku usaha melihat pasar yang masih lemah dalam jangka pendek. Sebab, bukan hanya PSBB, melainkan juga lemahnya pemulihan kepercayaan dari pasar domestik.

     

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : (agf/han/c12/hep)


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKate Middleton Ternyata Pakai Dress dari Label Favorit Meghan Markle
    Next Article Cinta Lingkungan, Rara Sekar Ternyata Doyan Bikin Kompos Rumahan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.