Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ekosistem Laut Tak Dijaga, Jadi Sumber Bencana
    Ekonomi

    Ekosistem Laut Tak Dijaga, Jadi Sumber Bencana

    November 12, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ekosistem Laut Tak Dijaga, Jadi Sumber Bencana 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ekosistem Laut Tak Dijaga, Jadi Sumber Bencana 2
    Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti” yang diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dan didukung Desa Ketewel di Kabupaten Gianyar, Sabtu (12/11). (BP/Istimewa)

    GIANYAR, BALIPOST.com – Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana menyampaikan pentingnya menjaga kelesetarian ekosistem laut agar laut memberikan manfaat dan sumber kehidupan masyarakat. Ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove hanya demi pembangunan tempat untuk menikmati sunset atau sunrise dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Ari saat membuka Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk “Ghurnita Samudra Murti” yang diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud dan didukung Desa Ketewel di Kabupaten Gianyar, Sabtu (12/11). Pertunjukan seni yang menunjukkan pesan peruwatan kesadaran untuk menjaga kesucian air dan laut dengan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Victor Gustaf Manopo.

    “Laut sangat penting terhadap sistem kepercayaan dan kehidupan masyarakat Bali. Laut punya dua wajah “Buto” dan “Dewa”. Dalam wajah “buto” ini seperti penderitaan yang disebabkan wabah, bencana, dan lain lain itu bersumber dari laut. Sementara itu, wajah Dewa Laut itu dilihat bahwa sumber kehidupan itu ada di dalam dasar samudranya laut,” ujar Ari yang juga merupakan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud.

    Menurut Ari, konteks hari ini bahwa laut adalah sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat, bukan saja nelayan dilihat dari laut yang menyediakan sumber ekonomi, pangan, dan juga peran penting terhadap ketahanan iklim “blue carbon”.

    “Ekosistem pantai juga disebutkan berbagai penelitian sebagai sumber penyerap karbon yang mampu membuat kita beradaptasi dalam fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini,” tutur Ari, dikutip dari rilisnya.

    Namun demikian, Ari menjelaskan saat ini laut tengah terancam. Terumbu karang yang melindungi masyarakat selama jutaan tahun sudah rusak dijarah, juga hutan mangrove yang sudah banyak dibabat demi mendapatkan tempat untuk menikmati sunset ataupun sunrise. Bahkan, laut telah menjadi tempat pembuangan sampah raksasa.

    Tidak mengherankan di Bali dalam beberapa waktu belakangan terjadi banjir bandang. Hal itu memperlihatkan ada yang salah dalam pengelolaan sistem lingkungan saat ini.

    Sementara itu, Teten Masduki dalam sambutannya menyampaikan, masalah lingkungan terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Upaya-upaya penyadaran dalam pelestarian lingkungan perlu terus dilakukan. “Kita ini punya kekuatan ekonomi lokal hasil laut. Sebagai pembanding Norwegia salah satu penghasilannya yang terbesar saat ini itu dari budidaya salmon. Ini luar biasa, sementara Indonesia punya Tuna, Lobster dan sebagainya, ini seharusnya bisa jadi kekuatan ekonomi kita,” kata Teten.

    Teten menjelaskan saat ini mulai banyak start up yang diinisasi anak muda yang fokus dalam pengembangan usaha kelautan bekerja sama langsung dengan para nelayan Indonesia. Beberapa aplikasi tersebut mulai dari Aruna, e-fishery, Kalikan, Delos, hingga Fish Log. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRachel Amanda Resmi Dinikahi Narawastu Indrapradna
    Next Article Dari Sistem Ganjil-genap Diberlakukan hingga Kera Serang dan Gigit Warga
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.