Andalannews.com – Teknologi digital disiapkan kawal Idul Adha 2025 di Bandung. Nggak hanya soal kemudahan akses informasi, tapi juga efisiensi dan transparansi dalam pelaksanaan ibadah kurban.
Penggunaan aplikasi pemantauan hewan kurban, platform pelaporan penyembelihan, hingga sistem antrean digital di masjid-masjid besar, menjadi bagian dari strategi ini.
Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah mengecek kelayakan hewan kurban atau bahkan memilih untuk berkurban secara online.
Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa Idul Adha 2025 di Bandung berjalan tertib dan sesuai protokol.
Bukan cuma pemerintah, kolaborasi juga melibatkan startup lokal hingga komunitas digital yang sudah paham kebutuhan masyarakat urban.
Jadi, kalau kamu tinggal di Bandung atau merencanakan berkurban di sana, siap-siap deh karena teknologi digital disiapkan kawal Idul Adha 2025 di Bandung agar lebih nyaman, cepat, dan aman buat semua pihak.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin menilai langkah-langkah yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dengan menghadirkan teknologi digital mengawal Idul Adha 2025 sangat tepat dan terukur.
“DKPP sudah membentuk tim pemeriksa hewan kurban, menjalin koordinasi lintas sektor, dan memanfaatkan teknologi digital lewat aplikasi e-Selamat,” ujar Erwin dalam keterangan resminya yang diterima Andalannews.com.
Politisi PKB itu mengungkapkan, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan sarana penyembelihan hewan kurban yang memadai dan terstandar, yakni melalui dua Rumah Potong Hewan (RPH) di Ciroyom dan Cirangrang.
Rumah potong ini ditujukan untuk memfasilitasi penyembelihan kurban sesuai dengan syariat dan kesehatan, serta mencegah pencemaran lingkungan akibat penyembelihan yang tidak layak.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, kesiapan ini melibatkan banyak pihak, tidak hanya DKPP.
“Kami menerapkan pendekatan kolaboratif. Kecamatan, kelurahan, Satpol PP, Dishub, dan perangkat daerah lainnya turut dilibatkan agar pelaksanaan Iduladha berjalan tertib dan lancar,” tutur Erwin
Erwin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan peduli dalam berkurban. Mantan Anggota DPRD Kota Bandung meyarankan warga perlu memastikan hewan yang dibeli sehat dan sudah diperiksa oleh petugas resmi.
“Gunakan aplikasi e-Selamat untuk memverifikasi informasi. Mari jadikan Iduladha sebagai momentum ibadah dan kepedulian sosial, tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kota dan lingkungan,” kata Erwin.
DKPP Libatkan Tim Ahli Periksa Hewan Kurban

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban tahun ini dimulai sejak 15 Mei 2025 dan akan terus dilakukan hingga menjelang Idul Adha.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim yang terdiri dari 90 petugas internal DKPP, serta 56 tenaga bantuan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar 1, Prodi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran, dan Fakultas Informatika Telkom University.
“Sebagian besar petugas di lapangan adalah dokter hewan profesional. Mereka memeriksa secara menyeluruh untuk memastikan hewan kurban sehat dan sesuai syarat syariah,” jelas Gin Gin.
Pemeriksaan dilakukan secara visual, klinis, dan berdasarkan perilaku hewan. Hewan yang dinyatakan layak harus cukup umur sapi minimal dua tahun dan kambing minimal satu tahun tidak cacat, serta tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.
DKPP juga menggunakan aplikasi digital bernama e-Selamat untuk mencatat dan menyimpan data hewan kurban secara real time. Langkah ini juga merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Bandung yang menjadi pedoman pelaksanaan di lapangan.
“Kami berupaya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dibeli dan dikurbankan aman, sehat, dan sesuai aturan,” tutur Gin Gin.
Terkait temuan hewan tidak layak kurban dari tahun-tahun sebelumnya, Gin Gin menyebut sebagian besar kasusnya adalah hewan yang belum cukup umur atau mengalami penyakit ringan seperti diare, sakit mata, atau penyakit kulit seperti Orf.
“Kalau bisa disembuhkan dalam waktu singkat, kami lakukan observasi ulang. Jika tidak, hewan akan dikembalikan ke daerah asalnya dan tidak diberikan tanda sehat-layak,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan terhadap lapak-lapak musiman atau dadakan.
DKPP bekerja sama dengan kewilayahan agar setiap lapak mendapat rekomendasi, tidak mengganggu lingkungan sekitar, dan memenuhi ketentuan teknis.
“Kami imbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari lapak yang sudah diperiksa dan direkomendasikan oleh wilayah. Ini penting untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan,” ungkap Gin Gin menandaskan.




