Andalannews.com – Mengacu hitungan kalender diprediksi Idul Fitri 2025 jatuh pada tanggal 31 Maret nanti. Walau begitu, untuk memastikannya, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat terlebih dahulu.
Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan Sidang Isbat penentuan apakah Idul Fitri 2025 jatuh pada tanggal 31 Maret atau bukan bakal dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Maret. Biasanya, forum ini dihadiri para tokoh dan ormas Islam.
Sementara itu, yang kini telah memutuskan kapan Idul Fitri 2025 adalah ormas Muhammadiyah. Dalam metode penentuan yang telah dilakukan salah satu organisasi itu menetapkan jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025.
Menghadapi momen ini Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung memastikan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam dalam menghadapi prediksi Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret 2025.
Mengerahkan lebih dari 90 personel yang berjaga secara bergantian di lima titik strategis, jajaran Diskar PB menyatakan komitmennya untuk memberikan layanan cepat dan responsif terhadap kebakaran serta bencana lainnya.
Kepala Diskar PB Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana mengaku telah menyiapkan sistem siaga penuh, baik di Mako Pusat maupun di empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di wilayah Utara, Timur, Barat, dan Selatan.
“Setiap hari, ada dua regu atau sekitar 10 orang yang bersiaga di masing-masing UPT, serta sekitar 50 orang di Mako Pusat. Jika diperlukan, petugas yang sedang tidak berjaga juga siap diperbantukan,” ujar Gun Gun dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, M. Yusuf Hidayat, menegaskan, pihaknya tidak mengenal hari libur, bahkan saat perayaan Idulfitri.
“Sebagai OPD yang menangani kebakaran dan bencana, kami tetap menjalankan kesiapsiagaan selama 24 jam dengan sistem pergantian regu agar tidak ada kekosongan petugas,” ujar Yusuf.
Ia juga menyebut, pada momen jelang Idul Fitri, Diskar PB tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga melakukan pembersihan area salat Idulfitri dan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.
Sebagai pengingat, momen Ramadan dan Idul Fitri sering kali diiringi dengan meningkatnya risiko kebakaran akibat aktivitas memasak dan penggunaan listrik yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, Diskar PB mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memperhatikan beberapa hal berikut:
– Memastikan kompor dalam keadaan mati setelah memasak.
– Menghindari penggunaan alat elektronik secara berlebihan atau menumpuk kabel listrik.
– Tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat saluran air.
– Mencegah longsor dengan menanam pohon atau memperkuat dinding tebing.
Selain itu, bagi warga yang akan mudik, Diskar PB memberikan beberapa tips untuk mencegah kebakaran di rumah yang ditinggalkan:
– Cabut semua peralatan listrik yang tidak digunakan.
– Informasikan kepada tetangga atau pengurus RT bahwa rumah akan kosong.
– Lepaskan regulator gas dari tabung untuk menghindari kebocoran.
– Siapkan alat pemadam api ringan (APAR) jika menggunakan kendaraan pribadi.
Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi Diskar PB melalui nomor 022-113 atau WhatsApp di 0877-8280-0113.
Perlu diketahui, sepanjang Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025, telah terjadi lebih dari 20 kasus kebakaran di Kota Bandung, dengan lonjakan kejadian menjelang malam takbiran.
Penyebab utama kebakaran masih didominasi oleh kelalaian, seperti lupa mematikan kompor saat memasak.
Menurut data Diskar PB, sepanjang tahun 2025, tercatat 60 kasus kebakaran dan 26 kejadian bencana. Dari segi wilayah, Lengkong menjadi daerah dengan jumlah kebakaran tertinggi, disusul oleh Bandung Kulon, Regol, Babakan Ciparay, dan Bojongloa Kidul.
Lebih lanjut, Yusuf mengatakan, pihaknya siap menghadapi lonjakan kejadian darurat selama libur hari raya
“Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran dan bencana agar Idul Fitri dapat dirayakan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Dengan kesiapsiagaan maksimal dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Diskar PB Kota Bandung berkomitmen untuk menjaga keselamatan warga selama perayaan Idul Fitri 2025.
Idul Fitri 2025 akan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sebagai hari kemenangan setelah sebulan berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tahun ini, perayaan Lebaran diprediksi jatuh pada akhir Maret atau awal April, di mana keluarga besar akan berkumpul, saling memaafkan, dan menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor, dan rendang.
Nuansa syukur dan kebahagiaan akan terasa di setiap rumah, masjid, dan tempat berkumpul, memperkuat tali silaturahmi serta nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah kemajuan teknologi, Idul Fitri 2025 juga akan diwarnai dengan tradisi digital, seperti ucapan virtual dan pembagian THR online, namun esensi kebersamaan tetap menjadi prioritas.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan bekerja sama menciptakan suasana aman dan lancar, terutama bagi para pemudik yang ingin pulang kampung.
Semoga Idul Fitri tahun ini tidak hanya menjadi ajang bersenang-senang, tetapi juga menginspirasi kebaikan dan kepedulian sosial yang lebih luas.




