Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kiai Marsudi: Tak Boleh Bawa Nama Agama untuk Berbuat Kerusuhan
    News

    Kiai Marsudi: Tak Boleh Bawa Nama Agama untuk Berbuat Kerusuhan

    May 27, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kiai Marsudi: Tak Boleh Bawa Nama Agama untuk Berbuat Kerusuhan

    Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud

    Jakarta, Jurnas.com – Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, upaya persatuan bangsa harus terus dilakukan. Termasuk dengan menindak siapa pun pihak yang membuat kerusuhan dan perpecahan bangsa.

    Menurut Kiai Marsudi, kerusuhan dalam aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei 2019 terjadi karena ada aturan yang dilanggar.

    “Kalau aturan tidak dilanggar tak akan ada tarik menarik ini salah siapa, itu salah siapa,” jelas Kiai Marsudi saat menghadiri peringatan hari Pancasila 1 Juni di DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/5/2019).

    Ditanya soal kinerja pengamanan dalam aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei, Kiai Marsudi menilai semua perlu melakukan perbaikan.

    “Semua harus selalu ditambah dan diperbaiki. Tapi saya mengapresiasi aparat dalam menjaga kertertiban, walau kekuarangan pasti ada,” jelasnya.

    Lantas, apakah PBNU mendukung proses pengusutan terhadap para elit dan semua pihak yang terlibat dalam kerusuhan? “Pasti dong. Siapa pun yang melanggar, hukum harus ditegakkan,” jelasnya.

    Bagi Kiai Marsudi, tak ada perbuatan rusuh yang boleh mengatasnamakan agama. Apalagi membawa-bawa kata jihad untuk membuat kerusuhan.

    “Yang ditindak adalah yang membuat kerusuhan. Sedangkan agama tidak menyuruh untuk rusuh,” katanya.

    Kiai Marsudi berharap, jangan sampai masyarakat terkelabui dengan tampilan luar, ataupun hanya melihat pakaiannya kemudian boleh mengatasnamakan agama.

    “Kopiah, surban, jubah itu bukan agama. Tidak bisa segitunya memahami agama. Apakah kalau ganti baju ganti pakaian, berarti ganti agama? Kan tidak begitu,” jelasnya.



    TAGS : KH Marsudi Syuhud PBNU Kerusuhan Demonstrasi 21 dan 22 Mei 2019

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/53388/Kiai-Marsudi-Tak-Boleh-Bawa-Nama-Agama-untuk-Berbuat-Kerusuhan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSofyan Basir Resmi Dijebloskan ke Penjara
    Next Article Tentara Pembunuh Muslim Rohingya Tetiba Bebas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.