Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Memahami dan Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai Kebutuhan
    Ekonomi

    Memahami dan Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai Kebutuhan

    July 10, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Memahami dan Memilih Jenis Reksa Dana Sesuai Kebutuhan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Memasuki paro kedua 2022, kondisi perekonomian dinilai masih perlu diwaspadai investor di segala sektor untuk bijak dalam berinvestasi. Tak terkecuali bicara soal instrumen reksa dana. Ada strategi yang perlu diperhatikan agar bisa mendapatkan hasil yang optimal.

    —

    Berdasar data Bareksa, sepanjang semester I 2022, kinerja berbagai jenis reksa dana mengalami perlambatan. Untuk diketahui, reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya, saham, pasar uang, campuran, dan pendapatan tetap.

    Reksa dana pasar uang adalah jenis yang melakukan investasi pada instrumen investasi pasar uang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Bentuknya bisa berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga pasar uang (SBPU), dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya. Risikonya relatif paling rendah dibandingkan reksa dana jenis lainnya.

    Selanjutnya, pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Tujuannya, menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada pasar uang.

    Ada juga yang disebut reksa dana campuran. Yakni, mengalokasikan dana investasi dalam portofolio yang bervariasi. Instrumennya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi. Tujuannya, pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksa dana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan pendapatan tetap.

    Terakhir, reksa dana saham yang merupakan jenis yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya, pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi daripada pasar uang dan pendapatan tetap. Namun, memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

    Mengamati kondisi global terkini, investor perlu mengetahui bahwa adanya risiko hiperinflasi atau kenaikan harga barang-barang yang tidak terkendali. Akibatnya, bank sentral di dunia pun perlu menaikkan suku bunga untuk mengantisipasi kondisi itu.

    COO Bareksa Ni Putu Kurniasari menjelaskan, pelaku pasar saat ini mengkhawatirkan resesi global. Meski, dampaknya ke investasi di Indonesia tidak terlalu besar. ”Ekonomi Indonesia masih aman. Meski sempat kita merasakan kenaikan harga minyak goreng, sekarang mulai stabil karena supply dijaga baik,” ujarnya.

    Lantas, seperti apa kondisi produk investasi Indonesia? Dengan suku bunga acuan The Fed (bank sentral Amerika Serikat) yang naik, beberapa aset, seperti obligasi negara dan saham-saham di negara berkembang, bisa terkena dampaknya. Karena itu, yield (imbal hasil) obligasi negara Indonesia juga ikut naik, yang mengindikasikan harganya turun.

    ”Maka, untuk short term condition 1–2 bulan ke depan, saya prefer investasi yang low-risk, tidak bergantung fluktuasi ini. Misalnya, produk reksa dana yang berbasis deposito atau obligasi korporasi,” tuturnya.

    Head of Wholesale Distribution Syailendra Capital Aldies Sageri berpendapat, dengan kondisi saat ini, reksa dana pendapatan memang menjadi pilihan tepat untuk mendapat keuntungan. ”Investor yang memiliki tujuan keuangan jangka menengah dan profil risiko moderat bisa mempertimbangkan untuk memilih reksa dana pendapatan tetap ini,” ujarnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLove and Thunder, Perjalanan Dewa Petir Mencari Jati Diri
    Next Article Mulai 17 Juli, KAI Berlakukan Syarat Baru Naik Kereta Jarak Jauh
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.