Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Minyak Goreng Langka Rakyat Kecil Menjerit, PKP: ‘Early Warning System’ Kita Lemah
    Lifestyle

    Minyak Goreng Langka Rakyat Kecil Menjerit, PKP: ‘Early Warning System’ Kita Lemah

    February 22, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Minyak Goreng Langka Rakyat Kecil Menjerit, PKP: ‘Early Warning System’ Kita Lemah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDOPOS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan berbagai upaya dalam rangka mengendalikan lonjakan harga minyak goreng di pasaran. Salah satunya dengan menerapkan minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter dan mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang diberlakukan pada 1 Februari 2022 lalu.

    HET minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Namun usai penetapan itu justru kelangkaan minyak goreng terjadi di sejumlah daerah.

    Menyoroti fenomena tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Syahrul Mamma mengungkap beberapa faktor dari masalah yang kerap terjadi ini.

    “Masalah ini timbul karena tidak jelasnya manajemen persediaan minyak goreng nasional. Itu terkait cadangan/buffer stock, pengelolaan dan pengawasan distribusi, dan koordinasi antara Kemendag (Kementerian Perdagangan) dengan Kementan (Kementerian Pertanian) serta dengan kementrian/kelembagaan yang terkait,” kata dia, kepada media, Selasa (22/2/2022).

    Syahrul yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag itu menjelaskan lemahnya ‘early warning system’ turut menjadi penyebab dari tingginya harga dan kelangkaan komoditas ini.

    “Harus diakui ‘early warning system’ kita lemah. Masalah ini sebenarnya terjadi sejak September 2021 di mana sudah ada sinyal kenaikan komoditas sawit dunia. Bahkan hampir setiap tahun situasi seperti kelangkaan ini terus terjadi,” bebernya.

    Selain itu, Syahrul juga menyoroti lemahnya posisi tawar regulator terhadap pelaku usaha, sehingga mudah didikte dalam menerapkan kebijakan.

    “Dalam kasus ini saya melihat posisi regulator sangat lemah sehingga akurasi dan validasi bahan baku serta persediaan yang rendah menimbulkan ketidakpastian di masyarakat,” ujar dia.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHarus Nafkahi Ibu Hingga Kapok Dipenjara, Ini Poin-poin Pledoi Jerinx
    Next Article Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Malpraktik Filter Payudara
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.