Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Dorong Model IP400
    Lifestyle

    Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Dorong Model IP400

    December 15, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tingkatkan Produksi Padi, Kementan Dorong Model IP400 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    indopos.co.id – Terobosan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi salah satunya melalui pengenalan model Indeks Pertanaman (IP) 400 yang dikelola secara integrated farming menuju zero waste. Untuk meningkatkan nilai tambah konsep IP400 dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi petani.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menjelaskan pola IP400 artinya petani menanam dan memanen padi sebanyak empat kali dalam setahun dengan mengefektifkan masa tanam. Selama tiga bulan petani harus mampu menanam padi dari mulai persemaian, olah tanah sampai panen.

    “Pada hari ini, petani di Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Subang tepatnya Desa Sidajaya Kecamatan Cipunagara, kelompok tani Bunga Tani dengan antusias melakukan gerakan penanaman dengan model IP400 seluas 25 hektar. Di lokasi tersebut sebelumnya dalam setahun dilakukan 3 kali penanaman dengan produktivitas 6 sampai 7 ton perhektar. Melalui model IP400 akan ditingkatkan 4 kali tanam dengan mengefektifkan masa tanam, di mana selama tiga bulan petani harus mampu menanam padi dari mulai persemaian sampai panen,” demikian dikatakan Suwandi di Jakarta, Senin (14/12/2020).

    Suwandi menuturkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menargetkan pengembangan IP 400 seluas 10.000 hektar di seluruh Kabupaten minimal 25 hektar per Kabupaten untuk dijadikan model dan di beberapa lokasi akan dikembangkan skala luasan 1.000 hektar. Kunci keberhasilan penerapan IP 400 antara lain persemaian di luar (sistem culik, dapog, tray) dengan penggunaan benih umur pendek, mekanisasi pra dan pasca panen 5 sampai 10 hari panen, olah lahan dan tanam, pupuk kimia dikurangi bertahap, penggunaan pupuk organik, kompos, limbah tanaman dan limbah ternak.

    “Yang terpenting juga adalah harus hemat air sawah, dari sumur/embung/pompa di lahan kering atau tadah hujan dan air diputar untuk berbagai aktivitas pertanian, Integrated farming menuju zero waste, antisipasi dan mitigasi organisme pengganggu tanaman, hilirisasi dan skala kawasan korporasi petani sebagai off taker, serta akses KUR,” tuturnya.

    “Untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani, konsep IP400 dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi petani. Sampai saat ini sudah siap 4.764 hektar Calon Lokasi dari 193 kelompoktani tersebar di 105 Kabupaten yang akan mengembangkan IP400,” imbuh Suwandi.

    Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat mengatakan pihaknya bersama Dinas Pertanian Subang melaksanakan gerakan tanam dan pencangan peningkatan IP400 guna semakin menggairahkan peningkatan produksi padi sehingga kebutuhan pangan di Jawa Barat tahun 2021 dapat dipenuhi secara sendiri bahkan mendongkrak stok beras nasional.

    “Mudah mudahan kegiatan ini membawa barokah untuk kita semua, terutama untuk masyarakat lokal Kabupaten Subang, khususnya bagi para petani yang ada di daerah ini. Semoga ini berhasil untuk memenuhi kebutuhan pangan kita di Jawa Barat dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan Nasional,” ucap Dadan.

    Sementara itu, Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Subang, Hendrawan mengatakan pola IP 400 di Kabupaten Subang siap dilaksanakan dengan daerah yang dicalonkan sudah IP300. Dengan demikian, pemerintah daerah dalam hal ini dinas pertanian akan mendorong para petani untuk meningkatkan ke IP 400 dengan menggunakan teknologi, antara lain dengan persemaian culik atau tanam di darat.

    “Pengairan akan kita bantu untuk mengusulkan perbaikan lining, serta perbaikan jalan usahatani, demikian juga akan halnya dengan kekurangan bantuan traktor dan pompa air akan kita bantu dan kita ajukan bantuannya. Pengendalian organisme pengganggu tanaman, kita akan dikawal oleh POPT (petugas organisme pengganggu tanaman,-red),” bebernya.

    “Satu lagi yang penting adalah mengikuti dan daftar di asuransi usaha tanaman pangan dengan dana Rp 36.000 per hektar. Semoga pencanangan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” sambung Hendrawan. (*)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article4 Langkah Pertahankan Kemilau Warna Rambut dengan Teknik Balayage
    Next Article Pemerintah Larang Keramaian saat Natal dan Tahun Baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan (Ilustrasi/AI)

    Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama

    June 15, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.